Mesir yang dulu.
Dalam bahasa Ibrani, Mesir
disebut sebagai Mizraim, yang secara harfiah berarti Hitam. Dalam pelajaran
antropologi disebut keturunan Negroid. Sedangkan dalam Alkitab disebutkan bahwa
Mizraim adalah anak kedua dari Ham. Sedangkan Ham adalah anak bungsu dari Nabi
Nuh, yang mendapat kutuk dari ayahnya. Akibatnya, keturunan Ham menjadi
hamba dari keturunan Sem dan Yafet (kejadian 9:25).
![]() |
| Sumber: http://islamedia.web.id |
Dalam catatan
sejarah, Mesir telah menjadi sebuah kerajaan besar sejak tahun 3100 SM.
Sebanyak 30 Dinasti telah dilaluinya.
Dalam Alkibat, Mesir disebutkan
sejak zaman Nabi Abraham. Pada massa itu Mesir menjadi kerajaan yang paling
besar. Pada masa kejayaanya lahirlah Bangsa Israel, ketika Yakup dan semua
keluarganya masuk ke Mesir sekitar tahun 1875 SM. Saat kejayaannya, Bangsa
Israel dijadikan Budak bagi orang Mesir sehingga pada massa itu bangsa mesir
membutuhkan seorang utusan Allah untuk menyelamatkan mereka. Yang kemudian oleh
Nabi Musa bangsa Israel dibawah keluar dari perbudakan Mesir menuju tanah
perjanjian. Tanah yang dijanjikan Tuhan dalam Alkitab.
Kekalahan Mesir.
Dalam sejarahnya, Mesir telah
ditaklukan oleh kerajaan Babilon pada tahun 605 SM. Kemudian di tahun 525 SM
oleh Kerajaan Media tetapi tanpa pertumpahan darah. Untuk ketiga kalinya Mesir
dikalahkan oleh Yunani, dibawah pimpinan Alexander the Great.
Kemudian pada tahun 641-1517,
Mesir perna berada dibawah pemerintahan para khalifah Arab. Pada masa
inilah pertama kali Agama Islam masuk ke Mesir. Tidak heran bila pada masa
kini, sekitar 90% rakyat mesir beragama Islam.
Kemudian pada tahun 1798-1801,
Mesir perna ditaklukan oleh Perancis dibawah Pimpinan seorang Jendral yang
terkenal, Napoleon Bonaparte.
Pada tanggal 28 Februari 1922
Mesir menjadi bangsa yang merdeka. Mesir terlibat dalam perang besar-besaran
melawan Israel. Namun, Israel selalu mengalami kekalahan.
Pertama, saat
Israel memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 14 Mei 1948.
Kedua,
kemenangan Israel dalam perang selama 6 hari “Perang 6 hari” pada tahun
1967.
Ketiga,
kemenangan saat “Perang Yom Kippur” di tahun 1973.
Dalam perang-perang ini, Mesir
selalu menjadi pecundang. Bagi Bagsa Israel, semua kemenangan itu adalah
mujizat dari Yohova El Shaddai, Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh Nabi
Musa.
Dalam Alkitab, Mesir memiliki
keunikan tersendiri.
Pertama, saat
kelaparan Abraham masuk ke Mesir. Setelah meninggalkan Mesir, Hagar yang
menjadi istrinya mengikutinya keluar dari Mesir dan kemudian lahirlah Ismail.
Kemudian Ismaillah yang menghadirkan 12 bangsa-bangsa Arab (Kejadian
16:1-3; 25:12-16).
Kedua, Yakub
dan keluarganya masuk ke Mesir. Mereka berkembangbiak di sana dan menjadi cikal
bakal lahirnya bangsa Israel, hal itu berlansung selama 430 tahun
(keluaran 12:40).
Ketiga, ketika
masih bayi, Yesus disembunyikan di Mesir selama tiga setengah tahun. Hal ini
terjadi karena ada ancaman oleh Raja Herodes. Namun yang jadi pertanyaan,
mengapa harus ke Mesir ? (Matius 2:13-15).
Mesir masa kini.
Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid
Giza, Kuil karnak dan Lembah Raja serta Kuil
Ramses. Di Luxor, sebuah kota di
wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65%
artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat
budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.
Lebihnya Mesir terkenal dengan
Piramid dan Sphinx. Piramid dan Sphinx merupakan peninggalan kuno yang menjadi
kebanggan bangsa dan negara Mesir. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi
Mesir. Ibu kotanya adalah Cairo/Kairo. Jumlah Rakyat sekitar 54,7 juta jiwa,
jauh lebih besar dari penduduk Indonesia yang berkisar 235,5 juta jiwa.
Pada masa ini, luas tanah Mesir
sekitar 389.400 mil persegi atau sekitar 999.739 km2. Sekitar 96%
gersang (padang gurun), 4% tanahnya subur, yaitu tanah Gosyem. Tanah Gosyem
yang dulunya diberikan Firaun kepada Yusuf/bangsa Israel.
Setelah Perang Yom
Kippur dan setelah perjanjian Camp David, saat ini Mesir, Yordania dan
Israel mengadakan hubungan kerjasama dibidang pariwisata.
![]() |
| Sumber: http://bldirgantara.blogspot.com |
Turis indonesia yang ingin
berkunjung ke Mesir pastinya tidak bisa lansung ke Mesir. Ia harus lebih dulu
mendarat di kota Amman, Ibu kota Yordania. Ini karena Indonesia dan Yordania
memiliki hubungan diplomatik yang resmi, sejak ditandatanganinya perjanjian
Camp David pada 26 maret 1979. Lalu Yordania ke Kairo, Mesir. Sebab itu, bagi
para turis dari indonesia yang rindu akan kota Yerusalem, danau galilea, bukit
zaitun dan berbagai tempat bersejarah di Israel, akan mendapat pintu masuk
lewat kairo (Mesir).
Dalam hal ini Mesir juga
diuntungkan karena dengan membuka pintu masuk menuju Israel, para turis yang
berkunjung ke Israel akan meluangkan beberapa waktu untuk melihat Piramid dan
Sphinx.
Seperti yang dikabarkan oleh
Pdt. Gideon Sucahyo, S.Th dalam Christian lifestyle Magazine, Di
tepi pantai Mesir bagian Timur/timur laut, dibangun hotel-hotel berbintang
dengan dana dari para konglomerat (orang) Yahudi. Hotel-hotel itu merupakan
tempat perjudian yang resmi. Dikabarkan juga bahwa, yang bermain judi adalah
orang Yahudi/Israel dan berbagai bangsa-bangsa lain. Dengan Ini, Mesir juga
diuntungkan dengan menarik pajak yang jumlahnya Jutaan dolar per bulan. Ini
menjadi pendapatan tambahan bagi pemerintah Mesir dan mengalir secara rutin.
Para pejuang Arab/Palestine
mengganggap Mesir sebagai Penghianat karena telah mengingkari sumpah “ Perang
Melawan Israel “ pada Liga bangsa-bangsa Arab.
Namun, pemimpin Mesir dari Anwar
al Sadat sampai Hosni Mubarak, melihat masalah Palestine –Israel dari sudut
pandang yang rasional. Hal ini dapat dilihat dari:
Pertama, PBB
(UNO) telah mengakui secara sah bahawa Israel adalah satu bangsa yang eksis.
Kedua,
Berpegang pada keputusan PBB bahwa Tanah Palestina “dibagi dua” menjadi milik
bersama antar Palestina dan Israel.
Ketiga, Tiga
kali Mesir telah melakukan kekerasan (Perang) melawan Israel, yaitu di tahun
1948, 1967 dan 1973. Ketiga-tiganya telah gagal (kalah) total, sebab itu Mesir
tidak berani untuk menyerang Israel lagi.
Keempat, tidak
seperti Palestine, Israel saat ini menjadi negara dengan kekuatan militer 10
Besar dunia yang juga dilengkapi rudal-rudal berkepala nuklir.
Hosni Mubarak perna mengarahkan
Palestina agar mau menyelesaikan konflik dengan Israel di Meja Perundingan dan
lebih mengutamakan “Kekuatan minyak bumi” sebagai senjata politik. Walau
kelompok ekstrim Palestina tetap bersikeras tapi Mesir tetap tidak tergoyahkan.
Mengapa ?
Mesir Yang Akan Datang.
Sebagai pusat peradaban bangsa
yang besar, banyak para pengamat yang sedang mengamati Mesir di masa yang akan
datang. Berikut uraian singkat berdasarkan Alkitab yang dikutip oleh Pdt. Gideon
Sucahyo, S.Th:
“ Ia akan menjangkau
negeri-negeri, dan negeri Mesir tidak akan terluput. Ia akan menguasai harta
benda emas dan perak dan segala barang berharga negeri Mesir, dan orang Libia
seta orang Etiopia akan mengikuti dia.”
(Daniel
11:42,43).
Ayat ini merupakan nubuat
tentang masa depan Mesir di akhir zaman. Yaitu, Mesir akan diserbu dan akan
dikalahkan oleh Antikris yang diiringi oleh beberapa negara. Secara politik
belum diketahui secara pasti, apa penyebab kehancuran itu nantinya.
Perdiksi pertama, Mesir menolak
rencana antikris dan Nabi Palsunya untuk meniadakan Nasionalisme dan menentang
faham Internasionalisme yang dikumandangkan oleh antikris dan Nabi Palsu Akhir
Zaman.
Perdiksi kedua, Mesir tetap
berkomitmen dengan perjanjian Camp David yang ditandatangani oleh Anwar al
Sadat (Presiden Mesir), Menachem Begin (Israel) dan Jimmy Carter (USA).
Banyak koalisi yang digalang
pemimpin dunia. Tujuan utama adalah untuk menghancurkan Israel namun Mesir
cukup jeli melihat hal itu sehingga Mesir tidak bergabung. Akibatnya sang
penguasa murka. Dengan dibantu oleh Etiopia dan Libya, Antikris akan
menyerang dan mengalahkan Mesir. Mesir akan dijarah. Namun, setalah
kehancuran/kekalahan, Mesir akan akan menerima belas kasihan dan petolongan
Tuhan.
“ pada waktu itu akan ada mezba
bagi Tuhan ditengah-tengah tanah Mesir dan tugu peringatan bagi Tuhan pada
perbatasannya. Itu akan menjadi tanda kesaksian bagi Tuhan semesta alam ditanah
Mesir: Apabila mereka berseruh kepada Tuhan karena orang-orang penindas, maka
ia akan mengirimkan seorang juruselamat kepada mereka. Tuhan akan menyatakan
diri kepada orang Mesir, dan Orang Mesir akan mengenal Tuhan pada waktu itu;
mereka akan beribadah dengan korban sembelihan dan korban sajian, dan mereka akan
bernazar bagi Tuhan serta membayar nazar itu. Tuhan akan menghajar orang Mesir,
akan menghajar dan menyembuhkan; dan mereka akan berbalik kepada Tuhan dan Ia
akan mengabulkan doa merka serta menyembuhkan mereka. “
(Yesaya. 19:19-22)
Dari ayat diatas terlihat jelas
bahwa setelah kehancuran, bangsa Mesir akan dipulihkan oleh Tuhan. Tuhan akan
memilih seorang tokoh untuk menyelamatkan dan memulihkan Mesir, pada masa akhir
zaman. Pada masa akhir zaman juga, secara ajaib (Atas kemurahan Tuhan) bangsa
Mesir akan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka. Allah akan
menolong mereka untuk melawan para penjajah dan akan membalikan keadaan. Di
ujung akhir zaman, Mesir akan dipulihkan oleh Allah.
![]() |
| Sumber: http://rovicky.wordpress.com |
Tulisan ini disusun bukan dari
sudut pandang politik tetapi merupakan suatu tafsiran dan prediksi dari dalam
Alkitab. Hanya untuk membuktikan rasa penasaran dan rasa curiosity. _Natto Tebai
.jpg)

