__Ketika cinta berpaling ke hati
lain, barulah akan terasa kehilangan yang
mendalam____
Hanya patuh.
Bulan purnama terus saja
menyiramkan cahaya terindah di atas
mereka, di alam waroki,
dibibir
samudera Hindia. Gemuruh hempasan ombak silih berganti mengiringi malam senyap
dan tenang. John terus saja melanjutkan aktifitasnya_minum bobo. Sudah dua liter habis diminum.
Masih ingin melanjutkannya.
Aktivitas John yang tak biasa itu menambah kegelisahan
dalam benak kedua adiknya. Mereka dua ingin menanyakan alasan di balik itu,
namun tak banyak keberanian untuk
mengutarakannya. Mereka hanya menunggu saat yang tepat.
Menunggu sedikit lagi.
Iya......Arnol dan
Frans menunggu hingga mulai terasa mabuk oleh serbuan butiran-butiran alkohol yang
menyatu dalam istilah ‘Bobo’
itu.
Jika Arnol dan Frans sudah mulai mabuk, tentunya mereka dua akan berani
menanyakan dan bahkan menghentikan kejadian aneh itu.
Bagi kebanyakan orang
meyakini bahwa minuman keras adalah air berani dan air kata-kata. Memang benar,
mereka akan berbicara banyak dan menjadi berani ketika berada dalam pengaruh
alkohol. Arnol dan Frans juga menunggu saat itu tiba_Mabuk.
Irama angin mendesis di
gundukan pasir itu seperti simponi nan merdu yang menemani sang raja dikala
senja hari. Alunan yang begitu merdu menemani mereka dalam melangsungkan aktifitas
di malam itu. Kibasan angin laut yang
menyentuh nan pelan dan lembut pada
sekujur tubuh membuat mereka tak lekas beranjak. Dipadukan dengan kedap-kedip ribuan bintang di langit
kelam yang menghiasi jagat dan bumi, samudera dan manusia.
Begitu tenang dan damai, mereka seolah bersenandung di alam Waroki sembari
mengurai esensi kesunyian dan keheningan.
Dua liter bobo itu
rupaya telah membuat Arnol agak berani dalam berdebat dengan Jonh.
“Kk John.......Kenapa kk minum mabuk
sekarang, padahal kk selama ini tidak pernah meminum barang ini. Justru kk yang
selalu memarahi kami jika kami minum minuman keras.” Kedua bola mata Arnol tertuju pada kknya dan serius
rautnya.
Arnol sedang mendekat dihadapan
John dengan wajah penasaran bercampur melangkolis.
Rupanya tak di gubris.
John tak menghiraukan
pembicaraan Arnol dan terus meraih gelas, kemudian menuangkan bobo dari jerigen besar di hadapannya itu ke
dalam
gelas dan meminumnya. Ia
mengisi gelas sepenuh mungkin dan hanya dalam senafas langsung ditelan tak
tersisa, seperti peminum alkohol sekakap Rony.
Rony yang kesehariannya mengkonsumsi miras dan sudah
menganggap miras sebagai nafasnya. Dia jago dalam mengkonsumsi miras, hanya
karena itu warga sekota meng-identikan Rony dengan miras.
Hanya karena gaya John
meminum bobo selayaknya
Rony pada malam itu yang membuat keheranan dan penasaran
bagi Arnol dan Frans.
Ia masih dan terus berlanjut.
Masih hening dan hanya
sekali terdengar bunyi gelas jatuh dari rangkulan John, hanya sesaat dan selebihnya hening.
Hening dan tanda tanya.
Hanya itu yang terjadi selama beberapa menit.
Arnol dan Frans semakin
penasaran dengan apa yang telah terjadi pada John di malam itu.
Frans kembali
menanyakan lagi kepada John, “Kk.....kenapa hal ini bisa terjadi? kk cerita
dulu, pasti kk hadapi masalah besar. Kami dua ini kk punya adik, kami dua akan
membantu kk. Ada masalah apa kk? Kk kan tidak biasa minum minuman keras
sebelumnya, kenapa hari ini baru kk minum bobo kah?”
John hanya
menjatuhkan setetes air mata selepas deretan pertanyaan Frans dilontarkan, ia
hanya meperhatikan Arnol dan Frans. Sedikit lama menatapnya. Kedua mata John terlihat tersusuk.
Astaga........tatapan John memperlihatkan kesedihan yang mendalam.
John sambil meminum
segelas lagi, “Tidak.....tidak terjadi apa-apa ade
dua.”
Masih misteri.
Hanya setetes air mata
yang terlihat di matanya
namun hancurnya hati tak ada yang bisa melihatnya. Air mata itu cukup untuk mewakili perasaannya
saat ini.
Tapi apa yang di rasa? Tak ada jawaban.
Suara-terisak binatang liar yang
terus terdengar berirama dalam semak-belukar itu seolah membantu menjeritkan
perihnya hati John.
Alam dan makluk
bersimpati.
Dan pastinya, mereka sudah
menebak bahwa John sedang dalam kerumitan masalah. Tapi masalah apa yang dihadapinya adalah rahasasia John. Hanya
milik John.
John akhirnya menjadi
lelaki lemah tak berdaya. Bukan karena beberapa liter bobo telah menyerangnya,
tapi hanya karena kejadian tadi siang. Di Topo.
Topo memanggil pulang
John. Secepatnya.
John menaiki motor
RX-king dan sedang menuju ke Topo, hanya untuk memastikan apa yang didengarnya
tadi siang ketika
pulang sekolah. Celana abu-abu masih dikenakan di badannya. Melaju seorang diri
dengan kecepatan tinggi.
Perasaannya hancur berkeping-keping bila ia
mengingat kembali kata-kata yang disampaikan tadi_ Angel Wakey akan di kawinkan. Mereka sedang perkara di
Topo sekarang ini.
Secepat kilat John
sudah sampai di Topo.
Alam Topo nampak begitu asri dan kibasan
pelan angin itu seolah ucapan selamat kembali padanya. Topo yang indah tak
seindah hati John.
Dari kejauhan terlihat
kerumunan orang di rumah bapa adenya. Semakin dekat semakin jelas. Ternyata
benar, mereka sedang perkara karena Angel itu sudah berhubungan intim dan akan
di kawinkan sekarang juga.
‘Sebentar
lagi Angel akan menjadi seorang istri. Tapi bagimana dengan umurnya? Angel masih
kecil, baru kelas enam SD. Itu tidak mungkin terjadi,’ pikir
John. Tapi kenyataannya lain, Angel sudah ternoda dan harus menebusnya dengan
menikah. Angel tidak akan dibiarkan oleh orang tuanya untuk tidak kawin.
Iya.....biar bagimana pun
Angel harus menanggung perbuatannya_berkeluarga.
Nasi sudah menjadi
bubur, kayu sudah menjadi arang. Mau bagimana lagi? John tak kuasa merubah
situasi itu. John hanya anak piatu yang tak bisa bicara lantang. Hanya terseyum
perih melihat kekejaman dunia ini.
Iya......itu hukum alam_Anak piatu selalu mengalah.
John segera masuk ke
dalam rumah bapa adenya dan minum segelas air putih. Hanya sepintas melirik ke
arah keramaian itu. Tak ingin melihatnya terlalu lama.
Gelisah dan dilema.
John ingin berlari sejauh mungkin dari cinta dan masa lalunya bersama Angel
sekarang juga, namun hati tak rela menjauh dari Angel.
Ia menghela dan mencoba
menenangkan diri sejenak. Masih duduk di kursi itu, di pojokan ruang tamu.
John sudah tahu bahwa
kerumunan orang itu sedang membicarakan perkaranya Angel Wakey tapi Ia kembali
bertanya lagi pada adiknya, Rosa.
Rosa yang caka-didi,
agak cerewet dan sedikit manja itu sedang melintas di depan John. Ia hendak ke
pekarangan rumah untuk bermain bersama teman sebayanya. Anak-anak kecil sedang
ramai dengan bermain benteng di pekarangan
rumah. John menghentikan Rosa sejenak dan mengajaknya berbicara di ruang tamu
tentang perkara yang sedang berlangsung di samping rumahnya. John bertanya
tentang sesuatu yang sudah di ketahuinya;
Apa yang terjadi pada Angel?
Dengan bola mata
berbinar-binar, Rose menjelaskan.“Itu........kk Angel tadi dapat marah dari
mamanya karena Angel jalan-jalan dengan laki-laki itu. Dengan laki-laki yang
duduk di depan kerumunan orang itu, sambil ia menunjuk lelaki itu. Dia dapat pukul dari
bapanya dengan kayu tadi. Kk Angel terus saja menangis dari tadi, kk. “Jawaban
itu yang Jonh dapat dari gadis cilik tujuh tahunan itu. Rosa sudah berlari ke
lapangan untuk bermain bersama teman-teman sebayanya. Rosa tidak tahu apa-apa
dalam masalah ini. Ia hanya anak kecil yang dapat berbicara seperti yang di lihatnya. Selebihnya bermain.
John hanya berdeham.
Lirih dan lunglai. Hanya duduk bersimpuh di kursi dan menundukan kepala
sejenak.
Tak lama berselang,
bapa adenya mendekati John dan bertanya,
“John, kenapa ko datang dengan pakaian seragam? Ada apa kah, ko tidak biasanya
seperti itu sebelumnya?
“Bapa, saya ada butuh
uang untuk bayar SPP di sekolah jadi saya datang mem.........”
Pembicaraan John
langsung di potong
oleh Ibu angkatnya, “John tidak pernah seperti itu sebelumnya, bahkan perlu
uang sekolah pun jarang ia meminta jadi, bapak kasih dia uang karena mungkin
ini sangat mendadak.
Bapa adenya masuk ke
kamar dan sesaat kemuidian Ia kembali dengan membawa uang lima ratus ribu. Uang
itu ia berikan kepada John. “Sekarang bayarlah pake uang ini, kalau ada sisa
pake saja untuk keperluan lain.”
“Makasih bapa”
Iya....John sudah
menganggapnya sebagai Bapa dan Ibunya sendiri. Semenjak kepergian Ayah dan Ibu
kandungnya beberapa tahun silam, John tinggal di rumah Bapa ade-nya. Rumah ini
adalah rumah John sekarang. Dan John di
anggap
sebagai anak sulung dalam keluarga Bapa adenya. Bapa adenya kini menjadi tempat
berlabunya harapan John dan ade perempuannya.
Beberapa tahun silam,
John dan adiknya merasa di jauhi
dunia hanya karena di tinggalkan
Ayah dan Ibu kandungnya. Hanya karena menjadi anak piatu. Namun kini, mereka
sudah memiliki ayah dan ibu dan sudah memulai awal yang baru dalam kehidupan
mereka bersama bapa adenya. Mereka sudah bahagia dan akan tetap menempuh hidup
ini dalam hamparan kasih sayang kerabat dan handaitaulan. Terutama dari bapa
dan ibunya yang selalu mendoakan dan mencintainya dengan tulus.
Ketika John akan
kembali ke kota, ia di panggil
Ibunya, “John sabar dulu.”
Ibunya itu memberinya
dua ratus ribu. John akan pulang kembali ke kota. “Trima kasih Mama.”
Star motor dan langsung
berlaju.
Mungkin john sedikit legah karena sudah memastikannya
tapi semakin perih di hatinya karena Angel sudah jatuh ke pelukan lelaki lain.
***
Ada hubungan apa antara
John dengan Angel sehingga John begitu terpukul dengan masalah yang di hadapi Angel?
Masih misteri.
John tidak pernah
berceritera tentang alasan ia merana selama itu kepada siapa pun.
Hanya menyimpannya
dalam hati. Tidak ada yang tahu.
Orang hanya tahu kalau
John minum bobo untuk pertama kalinya dan begitu banyak. Kawan-kawannya hanya menyaksikan ketidak-tenangan dalam diri John di awal minggu-minggu kejadian itu.
Dan ia merasa lirih dan lemah. Hanya wajah melangkolis yang terlukis jelas.
Kisah hidup masa lalu
yang mengabadi dalam sukma dan kalbu itu harus di ceritakan,
supaya tidak menjadi beban dalam hidupnya. John harus siap berceritera.
Semuanya ia ungkapkan
dalam suatu kesempatan
di tanah rantau. Nun jauh dari bayang-bayang Angel. Di Tanah Pasundan. Ia
menceriterakan kisah itu sebagai
kisah ‘cinta pertamanya.’
Ia mulai menceritakan
dalam kamar kontrakannya. Di situ
ada beberapa kawannya sedang mendengarkan
cerita penuh cinta dan derita. Beberapa gelas kopi masih berjejer rapi di depan
masing-masing orang dan uap panas menyebar ke segala arah. Tak ada yang
menyentuhnya. Masih penuh dan menggoda.
“Kowakeima begini,” Ia
memulai bercerita
setelah mendesah. “Waktu itu di Topo, ketika senja mulai menjingga di atas bukit di barat, saya bertemu
Angel untuk pertama kalinya. Ia menyapaku hangat. Tuhan.......senyumnya begitu
manis hingga tatapanku tak beranjak darinya. Dia sempurna di pandangku.
Indahnya senja
tak mampu menandingi cantiknya Angel.”
Begitu antusias
mendengar kisah John yang di sajikan
dalam situasi tenang membuat gelas-gelas kopi itu dingin tanpa di sentuh orang. Sebatang rokok Umild
yang terjepit di antara
kedua jemari Methu-cs pun terus saja
termakan api tanpa di isapnya. Hanya sedikit gumpalan asap yang membumbun di
dinding- dinding ruangan itu.
Di luar masih gerimis. Butiran-butiran
air hujan terlihat dari pintu yang sedikit terbuka. Serpihan air hujan terus
mengenai daun pintu di bagian depan, dan hawa dingin hilir mudik
menyambar Natan yang duduk tidak jauh dari pintu yang sedikit terbuka itu.
Menghela nafas sejenak
kemudian kembali berkisah. “Hari berlalu begitu cepat hingga suatu ketika Angel
mengirim salam kepadaku lewat adik perempuanku. Angel mengatakan bahwa ia
mencintaiku penuh pada pandangan pertama di kala senja itu. Dari kalbu yang
paling dalam ia mencintaiku. Tapi, saya tidak merespon dengan hati. Saya
menganggap itu hanyalah soal biasa, lagian ia masih anak-anak.
Ketika Angel berjalan
dengan adik perempuanku, ia selalu bercerita tentangku. Ia rela menghabiskan
semua waktunya bila itu membicarakan tentangku.
Ia agak malu-malu
ketika berhadapan denganku dari kali Topo. Ketika aku memberikan senyum, ia
selalu membalikan wajahnya sambil tersenyum. Tapi ketika aku tak melihatnya, ia
selalu menatapku.
Tatapan penuh cinta.
Bila aku kembali
melihatnya, ia membalikan atau menundukan kepalanya sambil tersenyum simpul dan
malu. Seperti itu yang terjadi selama menghabiskan masa kecil di alam Topo.
Alam dan kali Topo
menyimpan banyak kenangan manis. Dan mereka menjadi saksi bisu untuk selamanya.
Kisah kami memulai dari sana dan berakhir juga disana_alam Topo.
‘Kenapa ada cinta kalau pada
akhirnya akan berpisah’ adalah, ungkapan kekecewaanku selama ini.”
Prakkkkk.....sssss
Suasana hening pecah akibat
segelas kopi tumpah tersenggol
siku lengan Fery. Untungnya hanya
sedikit yang tumpah. Tapi
tenang-tenang
saja, masih bisa tambah lagi karena se-teko
penuh kopi ABC masih menanti diatas meja di sisi kanan.
Kemudian John
melanjutkan dengan nada pelan.
“Hidup kami pun di lewati
dengan tenang dan sentosa. Kebahagiaan Angel adalah ketika Ia melihatku; ketika
Ia berbicara tentangku; dan ketika saya memberikan senyum padanya.”
John berdeham dan
berhenti sebentar lalu melanjutkan kembali.
“Tapi saat itu, saya
tidak pernah membalas cintanya. Saya hanya diam seribu bahasa. Itulah yang saya
menyesali_penyesalan sepanjang hidup.
Bukan sama sekali saya tidak mencintainya, saya juga menyukainya. Tapi entah
kenapa saya tidak pernah mengungkapkannya.
Ketika saya melanjutkan
SMA di kota, saat itu pun ia mencintaiku. Masih dan terus mencintaiku. Dan
buktinya adalah ia tak pernah berhenti berceritera tentangku. Dan saat itu pula
rasa cintaku pada Angel pun kian tumbuh. Saya mulai membayangkan cantiknya
Angel dan ingin mengungkapkan rasa cintaku padanya. Saya menunggu libur sekolah
diumumkan, dan bila hari itu tiba saya berencana naik ke Topo dan
mengungkapkannya pada Angel bahwa saya juga sungguh-sungguh mencintainya.”
Sepertinya,
kuncup-kuncup cinta John pada Angel kian mekar. Dan akan terlihat indah dan
harum semerbak ditaman cinta. John pun kian mencintai Angel dan ingin bertemu
dengannya lagi. John baru saja menciptakan sebuah dunia ilusi yang hanya ada
dirinya, Angel dan Cinta. Dunia impian yang menunggu penggenapannya_di alam Topo.
John mulai jatuh cinta
pada Angel Wakey.
John tak sabar menunggu
hari itu tiba. Ia mulai mengenang Angel dan memikirkan wajahnya yang cantik
jelita. Ia ingin merangkul bidadari jiwanya dalam dekapan cinta. Ia ingin
mencintai dan dicintai Angel selama sisa penziarahan hidup ini.
Namun, dewi portuna
tidak bersahabat dengan John rupanya. Sebuah dunia imajinasi dan ilusi yang
diciptakan John akan berakhir tak berbekas dengan berita itu_Angel Wakey akan dikawinkan.
Rupanya kopi di
gelas-gelas itu hanya tersisa setengah gelas. Ternyata mereka meminumnya juga.
Tak ada bunyi gelas terdengar ketika meminumnya. Tak ada bisingan tercipta.
Kisah John sedang berjalan di jalur yang sunyi dan tenang, mengikuti irama
nostalgia yang terdengar merdu dari speaker hitam di sudut kamar itu.
Methu-cs yang duduk di
kursi itu hanya meng-anggukan kepalanya sejak tadi . Mendengar dengan penuh
penghayatan.
John kembali mendesah
pelan dan terus berbicara. Wajah melangkolis terlukis jelas. Para pendengar pun
ikut terbuai dalam kisah cinta John yang rumit dan memilukan.
“Waktu dengar berita
itu saya hancur.....” John menundukan kepalanya sejenak. Beberapa saat kemudian
John kembali melanjutkan, “Seperti kilat menyambar dan guntur menghantam
ragaku. Saya tidak bisa membayangkan kalau hal itu bisa terjadi.
Tuhan..........Angel akan dikawinkan dengan orang lain karena Angel dan lelaki
itu sudah tidur bersama dan melakukan hubungan selayaknya suami-istri. Berita
itu laksana halilintar yang menyambar diriku. ‘Saya akan memastikan sendiri’ itulah yang ada dalam pikiranku waktu
itu. Saya mengambil motor Rx-King dan melaju ke Topo. Hanya untuk memastikan.”
Sambil John memandang
para pendengar itu perlahan, “Kowakeima........waktu itu seperti saya dengar
berita duka,”
Iya.....memang,
John berduka atas kepergian cinta.
Kuncup-kuncup cinta
yang baru saja mekar di hati itu sudah layu dengan berita tadi _Angel akan dikawinkan. Seolah sekuntum
bunga yang layu akibat siraman terik matahari yang mengerikan. Panasnya 70
derajat cercius.
Tak ada harapan tentang
ikatan hati, Angel sudah keluar dari hati dan hidup John. Tapi tidak dengan
ingatannya. John selalu mengingatnya setiap detik. Sampai kini pun John masih
mengingatnya. Lima tahun lamanya tidak membuat John melupakan kenangan masa
lalu. Entah sampai kapan ia akan melupakannya?
John kembali tersenyum
simpul dan mencicipi segelas kopi ABC dihadapannya itu dan melanjutkan kisahnya. “Setelah
saya sampai di Topo, disana banyak orang berkumpul dekat rumah bapa ade. Saya
langsung kesana dan lihat dari dekat, Angel ada samping kiri sedang duduk.
Ketika Angel meilhatku, ia kaget dan menatapku pilu. Wiss....Angel menangis
bersedu ketika itu. Ia kemudian menundukkan kepala.
Saya langsung masuk ke
kamar dan mendengar ade-ade berbicara denganku tentang masalah Angel. ‘Angel
sudah melakukan hubungan selayaknya suami-istri dengan laki-laki itu, jadi itu
yang mereka sedang perkara, dan sedikit lagi mereka akan taruh maskawin di
halaman rumah depan.’
John hanya
meng-anggukan kepalanya. Tidak ada sepata kata pun terucap. Bisu. Iya...John
membisu tapi Ia begitu terpukul. Lirih dan lunglai tak terkendali. John akan
lebih hancur bila ia tinggal agak kelamaan disitu. John harus pergi, entah
kemana. Tak ada tujuan, kemana Ia akan melanjutkan perjalanan penuh pilu itu.
Kemana John akan membawah hati yang lara dan hancur berkeping-keping itu?
Mungkin ke Waroki. Tapi
itu hanya sesaat.
Tapi tiba-tiba Rosa,
adiknya John, mendekatinya dan membisikan ke John.
Bisikan yang
menghentikan langkahnya sebentar. “Angel ingin ketemu dengan kk. Kk tolong
temui dia. Ia sangat mengharapkan pertemuan ini.”
‘Tuhan.....ini
apa-apaan lagi ini. Angel baru saja sudah taruh maskawin, tapi kenapa ia ingin
berbicara denganku.’
Batin
John.
Penasarannya tak
tenang. Bagimana kalau ada yang lihat pertemuan mereka?
“Tidak! Sudah cukup.
Saya tidak mau ketemu dia lagi, dia sudah memilih laki-laki lain. Saya sudah tidak
ada hubungan lagi dengan dia. Bilang dia, saya tidak akan menemuinya lagi.”
Tukas John sambil membunyikan motornya. Dengan cepat ia bergerak dengan motornya. John akan menjauh
dari kehidupan Angel.
Astaga......John sudah
pergi dengan kecepatan tinggi.
Akhirnya John pulang
kembali ke kota untuk memulai awal yang baru dalam cinta.
Ketika John sampai
dipinggir jalan raya, dia bertemu dengan Angel. Angel sudah memalang ditengah
jalan dan kali ini
John tidak bias menghindarinya. Angel menghentikan John. Kemudian
John turun dari motor dan membawahnya ke belakang rumah di pinggir jalan
Trans-Enaro. Lalu ia menatap Angel sambil bertanya-bertanya gerangan apa yang
akan diceriterakan kepadanya.
Angel hanya menangis
berderai tanpa sepata kata. Angel terus menangis dan menangis, sepertinya, ia ingin menangis
sepuasnya dalam pelukan John tapi tidak, Angel sudah milik orang lain sekarang.
Angel sudah seorang istri.
Angel mengusap air
matanya dan berbalik ke arah John. Astaga....wajahnya sudah membengkak akibat menangis
seharian tadi. John merasa ibah dengan kondisi Angel saat ini.
Angel berkisah “Maaf
kk...” Hanya kata itu, selebihnya tangisan lagi. Angel membutuhkan beberapa
saat untuk kembali menenangkan diri_tidak
menangis lagi.
Angel berdeham.
“Kk, semuanya terjadi
diluar kesadaranku. Setelah saya sudah ternoda baru sadar kalau saya sudah
tidak utuh lagi. Saya sudah tidak berguna lagi. Kk.......saya sudah tidak
layak memilikimu dan cintamu.”
Enjel menunduk. Tak
kuat lagi memandangi John sekarang. Ia menghela nafas panjang. Sesaat kemudian Anjel menatap Jonh lagi dan
mendekat.
“Kk, cinta ini hanya
untukmu, tapi itu tidak mungkin rasanya. Saya sudah melenceng jauh dari
kehidupan cintaku yang sebenarnya. Saya harus bagimana kk.” Angel mengutarakan
perasaannya kepada John dengan luapan tangisan yang tak terbendung.
Angel mengulurkan kedua
tangannya ke arah John. Ingin memeluknya. Tapi, Angel memeluk tiang disamping
John dan menangis bersedu.
Jonh kembali memandangi
Angel dengan tatapan pilu. Kemudian
John meraih lengan Angel
dan berpesan, “Ade.....ade sudah kawin dengan lelaki lain jadi ade jalani saja.
Itu adalah pilihan hidupmu. Jalanilah hidupmu dan semoga ade selalu bahagia.
Sebetulnya, kk juga mencintaimu, tapi kita tidak mungkin bersatu. Cinta tidak
selamanya bersatu, ade. Saya akan belajar melupakanmu. Dan.......”
“Tapi saya tidak akan
melupakan kk,” Sahut Angel sambil memotong perkataan John. “Kk akan ada dalam
selak jangtungku, dalam kalbu yang paling dalam. Kk akan abadi dalam cerita
cintaku, walaupun saya sudah menjadi milik orang lain. Kk adalah cinta pertamaku.
Saya bisa mengenal dan merasakan cinta hany karena ada kk.”
Kakakkk.......”, Angel
tak melanjutkan perkataannya, selebihnya tangisan. Angel kembali menangis dan
kali ini tak terbendung. Angel ingin menangis sekuat mungkin, tapi ia hanya
menggigit kerah bajunya. Bajunya pun sudah basah.
“Selamat tinggal ade
dan selamat berbahagia bersama dia. Saya ini anak yatim yang tidak akan
membahagiakanmu. Selamat menjalani hidupmu bersama dia yang memberikan harapan
kebahagian dan kehidupan yang layak untukmu. Dan ade layak mendapatkan itu.”
Ungkaan terakhir John
membuat hati Angel semakin pilu. Tapi Angel tidak kuasa untuk merubah situasi
ini dengan tangisannya. Hanya tangisan dan semuanya sudah terlanjur.
Hidup harus berlanjut
seperti bumi terus berputar.
Kemudian, John melaju
dengan motor dan Angel masih menatap kepergian John hingga hilang dalam
samar-samar pandangnya.
Kopi hitam masih
tersisa sedikit di dasar gelas. John terlanjur minum ampas kopi dan akibatnya
ia agak batuk-batuk
lalu mengumbar senyum ke rekan-rekan yang sejak tadi mendengarkan kisah
cintanya. Kisah yang hanya menjadi kenangan terindah dalam hidupnya.
John lalu melanjutkan
lagi. “Sekarang saya tidak
tahu keberadaannya. Pertemuan dibelakang rumah itu adalah
pertemuan terakhir. Terakhir kali mendengar suaranya.”
John menghela nafasnya.
“Setiap kali Angel hendak berceritera tentang diriku dengan orang lain, dia
akan mengawali dengan tangisan. Sampai saat ini pun, Angel akan menangis begitu
lama sebelum menyebut namaku untuk memulai mencertakan kisah lalu kami.
Ia menyebut namaku
adalah seolah membuka pintu air matanya. Mungkin karena ia mencintaiku penuh.
Tapi kenapa Angel kawin dengan lelaki lain adalah sebuah misteri.”
Bunyi SMS menghentikan
ceritanya. Ternyata info dari Telkomsel yang mengingatkan kepada seluruh insan penggunaTelkomsel bahwa besok adalah hari
Valentine (Hari kasih sayang sedunia)_14
Februari 2015. Info supaya setiap orang menyiapkan kado terindah untuk
kekasih jiwanya.
Ia kemudian mengabaikan
sms itu dan terus melanjutkan kisahnya.
“Samapi saat ini pun Angel
sering berceritera sama ade-ade perempuan bahwa ia sangat mencintaiku.
Angel pun selalu
berkata bahawa, ‘Bila saya tidak bersatu dengan kk
John dari dunia ini, saya akan menunggunya di pintu surga. Saya ingin bersatu
dengannya dalam keabadian cinta. Saya ingin menjadi belahan jiwanya untuk
selama-lamanya. Saya ingin tidur lelap dalam pelukannya. Kk John adalah cinta
pertama dan terakhirku. Saya akui bahwa orang lain telah menyentuh tubuhku
untuk pertama kalinya, tapi hanya kk John yang pertama kali menyentu hatiku. Kk John adalah kehidupanku’
Jika, seberapa besar perhatian seseorang kepada yang
lainnya adalah menunjukan seberapa besar cintanya pada orang itu, maka benar bahwa cinta
Angel pada Jonh adalah segalanya. Karena seluruh perhatian Angel hanya tertuju
pada John, hanya John.
Kemudian John mengakiri
kisahnya dengan mengatakan, “Itulah kisah cinta pertama yang mengantarku pada
kisah-kisah yang lainnya.”
Semua orang yang mengerumuni sekitarnya sudah memandangi John dengan tatapan melangkolis.
Mereka rupanya terhanyut dalam cerita John_Cerita
tentang Cinta, Derita, Kerinduan, Kesunyian dan Keindahan.***

