Senin, 07 Maret 2016

Kandasnya Cinta Pertama John

User Waktu Tag
__Ketika cinta berpaling ke hati lain, barulah akan terasa kehilangan  yang mendalam____
 
Arnol dan Frans tidak percaya dengan apa yang dilakukan John pada malam itu. Mereka dua hanya saling memandang dengan tatapan bingung. Mengangah. Bertanya-tanya, gerangan apa yang telah terjadi pada kakak mereka_John.
Arnol dan Frans mencoba menghentikan tindakan aneh yang dilakukan John, namun mereka dua hanya menyimpan niat itu dalam benak. Mereka dua takut dimarahi John dengan mencoba menghentikannya, karena mereka  dua hanyalah  seorang adik yang tidak boleh membantah ataupun memerintah seorang kakak.
Hanya patuh.
Bulan purnama terus saja menyiramkan cahaya terindah di atas mereka, di alam waroki, dibibir samudera Hindia. Gemuruh hempasan ombak silih berganti mengiringi malam senyap dan tenang. John terus saja melanjutkan aktifitasnya_minum bobo. Sudah dua liter habis diminum.
Masih ingin melanjutkannya.
Aktivitas John yang tak biasa itu menambah kegelisahan dalam benak kedua adiknya. Mereka dua ingin menanyakan alasan di balik itu, namun  tak banyak keberanian untuk mengutarakannya. Mereka hanya menunggu saat yang tepat.
Menunggu sedikit lagi.
Iya......Arnol dan Frans menunggu hingga mulai terasa mabuk oleh serbuan butiran-butiran alkohol yang menyatu dalam istilah ‘Bobo’ itu. Jika Arnol dan Frans sudah mulai mabuk, tentunya mereka dua akan berani menanyakan dan bahkan menghentikan kejadian aneh itu.
Bagi kebanyakan orang meyakini bahwa minuman keras adalah air berani dan air kata-kata. Memang benar, mereka akan berbicara banyak dan menjadi berani ketika berada dalam pengaruh alkohol. Arnol dan Frans juga menunggu saat itu tiba_Mabuk.
Irama angin mendesis di gundukan pasir  itu seperti simponi  nan merdu yang menemani sang raja dikala senja hari. Alunan yang begitu merdu menemani mereka dalam melangsungkan aktifitas di malam itu. Kibasan angin laut yang menyentuh nan pelan dan lembut pada sekujur tubuh membuat mereka tak lekas beranjak. Dipadukan dengan kedap-kedip ribuan bintang di langit kelam yang menghiasi jagat dan bumi, samudera dan manusia.
Begitu tenang dan damai, mereka  seolah bersenandung di alam Waroki sembari mengurai esensi kesunyian dan keheningan.
Dua liter bobo itu rupaya telah membuat Arnol agak berani dalam berdebat dengan Jonh.
Kk John.......Kenapa kk minum mabuk sekarang, padahal kk selama ini tidak pernah meminum barang ini. Justru kk yang selalu memarahi kami jika kami minum minuman keras.” Kedua bola mata Arnol tertuju pada kknya dan serius rautnya.
Arnol sedang mendekat dihadapan John dengan wajah penasaran bercampur melangkolis.
Rupanya tak di gubris.
John tak menghiraukan pembicaraan Arnol dan terus meraih gelas, kemudian  menuangkan bobo  dari jerigen besar di hadapannya itu  ke dalam gelas dan meminumnya. Ia mengisi gelas sepenuh mungkin dan hanya dalam senafas langsung ditelan tak tersisa, seperti peminum alkohol sekakap Rony.
Rony yang kesehariannya mengkonsumsi miras dan sudah menganggap miras sebagai nafasnya. Dia jago dalam mengkonsumsi miras, hanya karena itu warga sekota meng-identikan Rony dengan miras.
Hanya karena gaya John meminum bobo selayaknya Rony pada malam itu yang membuat keheranan dan penasaran bagi Arnol dan Frans.
Ia masih dan terus berlanjut.
Masih hening dan hanya sekali terdengar bunyi gelas jatuh dari rangkulan John, hanya sesaat dan selebihnya hening.
Hening dan tanda tanya. Hanya itu yang terjadi selama beberapa menit.
Arnol dan Frans semakin penasaran dengan apa yang telah terjadi pada John di malam itu.
Frans kembali menanyakan lagi kepada John, “Kk.....kenapa hal ini bisa terjadi? kk cerita dulu, pasti kk hadapi masalah besar. Kami dua ini kk punya adik, kami dua akan membantu kk. Ada masalah apa kk? Kk kan tidak biasa minum minuman keras sebelumnya, kenapa hari ini baru kk minum bobo kah?”
John hanya menjatuhkan  setetes air mata selepas deretan pertanyaan Frans dilontarkan, ia hanya meperhatikan Arnol dan Frans. Sedikit lama menatapnya. Kedua mata John terlihat tersusuk. Astaga........tatapan John memperlihatkan kesedihan yang mendalam.
John sambil meminum segelas lagi, “Tidak.....tidak terjadi apa-apa ade dua.”
Masih misteri.
Hanya setetes air mata yang terlihat di matanya namun hancurnya hati tak ada yang bisa melihatnya. Air mata itu cukup untuk mewakili perasaannya saat ini.
Tapi apa yang di rasa? Tak ada jawaban.
Suara-terisak binatang liar yang terus terdengar berirama dalam semak-belukar itu seolah membantu menjeritkan perihnya hati John.
Alam dan makluk bersimpati.
Dan pastinya, mereka sudah menebak bahwa John sedang dalam kerumitan masalah. Tapi masalah apa yang dihadapinya adalah rahasasia John. Hanya milik John.
John akhirnya menjadi lelaki lemah tak berdaya. Bukan karena beberapa liter bobo telah menyerangnya, tapi hanya karena kejadian tadi siang. Di Topo.
Topo memanggil pulang John. Secepatnya.
John menaiki motor RX-king dan sedang menuju ke Topo, hanya untuk memastikan apa yang didengarnya tadi siang ketika pulang sekolah. Celana abu-abu masih dikenakan di badannya. Melaju seorang diri dengan kecepatan tinggi.
Perasaannya hancur berkeping-keping bila ia mengingat kembali kata-kata yang disampaikan tadi_ Angel  Wakey akan di kawinkan. Mereka sedang perkara di Topo sekarang ini.
Secepat kilat John sudah sampai di Topo. Alam  Topo nampak begitu asri dan kibasan pelan angin itu seolah ucapan selamat kembali padanya. Topo yang indah tak seindah hati John.
Dari kejauhan terlihat kerumunan orang di rumah bapa adenya. Semakin dekat semakin jelas. Ternyata benar, mereka sedang perkara karena Angel itu sudah berhubungan intim dan akan di kawinkan sekarang juga.
‘Sebentar lagi Angel akan menjadi seorang istri. Tapi bagimana dengan umurnya? Angel masih kecil, baru kelas enam SD. Itu tidak mungkin terjadi,’ pikir John. Tapi kenyataannya lain, Angel sudah ternoda dan harus menebusnya dengan menikah. Angel tidak akan dibiarkan oleh orang tuanya untuk tidak kawin. Iya.....biar bagimana pun Angel harus menanggung perbuatannya_berkeluarga.
Nasi sudah menjadi bubur, kayu sudah menjadi arang. Mau bagimana lagi? John tak kuasa merubah situasi itu. John hanya anak piatu yang tak bisa bicara lantang. Hanya terseyum perih melihat kekejaman dunia ini.
Iya......itu hukum alam_Anak piatu selalu mengalah.
John segera masuk ke dalam rumah bapa adenya dan minum segelas air putih. Hanya sepintas melirik ke arah keramaian itu. Tak ingin melihatnya terlalu lama.
Gelisah dan dilema. John ingin berlari sejauh mungkin dari cinta dan masa lalunya bersama Angel sekarang juga, namun hati tak rela menjauh dari Angel.
Ia menghela dan mencoba menenangkan diri sejenak. Masih duduk di kursi itu, di pojokan ruang tamu.
John sudah tahu bahwa kerumunan orang itu sedang membicarakan perkaranya Angel Wakey tapi Ia kembali bertanya lagi pada adiknya, Rosa.
Rosa yang caka-didi, agak cerewet dan sedikit manja itu sedang melintas di depan John. Ia hendak ke pekarangan rumah untuk bermain bersama teman sebayanya. Anak-anak kecil sedang ramai dengan bermain benteng di pekarangan rumah. John menghentikan Rosa sejenak dan mengajaknya berbicara di ruang tamu tentang perkara yang sedang berlangsung di samping rumahnya. John bertanya tentang sesuatu yang sudah di ketahuinya; Apa yang terjadi pada Angel?
Dengan bola mata berbinar-binar, Rose menjelaskan.“Itu........kk Angel tadi dapat marah dari mamanya karena Angel jalan-jalan dengan laki-laki itu. Dengan laki-laki yang duduk di depan kerumunan orang itu, sambil ia menunjuk lelaki itu. Dia dapat pukul dari bapanya dengan kayu tadi. Kk Angel terus saja menangis dari tadi, kk. “Jawaban itu yang Jonh dapat dari gadis cilik tujuh tahunan itu. Rosa sudah berlari ke lapangan untuk bermain bersama teman-teman sebayanya. Rosa tidak tahu apa-apa dalam masalah ini. Ia hanya anak kecil yang dapat berbicara seperti yang di lihatnya. Selebihnya bermain.
John hanya berdeham. Lirih dan lunglai. Hanya duduk bersimpuh di kursi dan menundukan kepala sejenak.
Tak lama berselang, bapa adenya  mendekati John dan bertanya, “John, kenapa ko datang dengan pakaian seragam? Ada apa kah, ko tidak biasanya seperti itu sebelumnya?
“Bapa, saya ada butuh uang untuk bayar SPP di sekolah jadi saya datang mem.........”
Pembicaraan John langsung di potong oleh Ibu angkatnya, “John tidak pernah seperti itu sebelumnya, bahkan perlu uang sekolah pun jarang ia meminta jadi, bapak kasih dia uang karena mungkin ini sangat mendadak.
Bapa adenya masuk ke kamar dan sesaat kemuidian Ia kembali dengan membawa uang lima ratus ribu. Uang itu ia berikan kepada John. “Sekarang bayarlah pake uang ini, kalau ada sisa pake saja untuk keperluan lain.”
“Makasih bapa”
Iya....John sudah menganggapnya sebagai Bapa dan Ibunya sendiri. Semenjak kepergian Ayah dan Ibu kandungnya beberapa tahun silam, John tinggal di rumah Bapa ade-nya. Rumah ini adalah rumah John sekarang. Dan John di anggap sebagai anak sulung dalam keluarga Bapa adenya. Bapa adenya kini menjadi tempat berlabunya harapan John dan ade perempuannya.
Beberapa tahun silam, John dan adiknya merasa di jauhi dunia hanya karena di tinggalkan Ayah dan Ibu kandungnya. Hanya karena menjadi anak piatu. Namun kini, mereka sudah memiliki ayah dan ibu dan sudah memulai awal yang baru dalam kehidupan mereka bersama bapa adenya. Mereka sudah bahagia dan akan tetap menempuh hidup ini dalam hamparan kasih sayang kerabat dan handaitaulan. Terutama dari bapa dan ibunya yang selalu mendoakan dan mencintainya dengan tulus.
Ketika John akan kembali ke kota, ia di panggil Ibunya, “John sabar dulu.”
Ibunya itu memberinya dua ratus ribu. John akan pulang kembali ke kota. “Trima kasih Mama.”
Star motor dan langsung berlaju.
Mungkin john sedikit legah karena sudah memastikannya tapi semakin perih di hatinya karena Angel sudah jatuh ke pelukan lelaki lain.
***
Ada hubungan apa antara John dengan Angel sehingga John begitu terpukul dengan masalah yang di hadapi Angel?
Masih misteri.
John tidak pernah berceritera tentang alasan ia merana selama itu kepada siapa pun.
Hanya menyimpannya dalam hati. Tidak ada yang tahu.
Orang hanya tahu kalau John minum bobo untuk pertama kalinya dan begitu banyak. Kawan-kawannya  hanya menyaksikan ketidak-tenangan dalam diri John di awal minggu-minggu kejadian itu. Dan ia merasa lirih dan lemah. Hanya wajah melangkolis yang terlukis jelas.
Kisah hidup masa lalu yang mengabadi dalam sukma dan kalbu itu harus di ceritakan, supaya tidak menjadi beban dalam hidupnya. John harus siap berceritera.
Semuanya ia ungkapkan dalam suatu kesempatan di tanah rantau. Nun jauh dari bayang-bayang Angel. Di Tanah Pasundan. Ia menceriterakan kisah itu sebagai kisah ‘cinta pertamanya.’
Ia mulai menceritakan dalam kamar kontrakannya. Di situ ada beberapa kawannya sedang mendengarkan cerita penuh cinta dan derita. Beberapa gelas kopi masih berjejer rapi di depan masing-masing orang dan uap panas menyebar ke segala arah. Tak ada yang menyentuhnya. Masih penuh dan menggoda.
“Kowakeima begini,” Ia memulai bercerita setelah mendesah. “Waktu itu di Topo, ketika senja mulai menjingga di atas bukit di barat, saya bertemu Angel untuk pertama kalinya. Ia menyapaku hangat. Tuhan.......senyumnya begitu manis hingga tatapanku tak beranjak darinya. Dia sempurna di pandangku. Indahnya senja tak mampu menandingi cantiknya Angel.”
Begitu antusias mendengar kisah John yang di sajikan dalam situasi tenang membuat gelas-gelas kopi itu dingin tanpa di sentuh orang. Sebatang rokok Umild yang terjepit di antara kedua jemari Methu-cs pun terus saja termakan api tanpa di isapnya. Hanya sedikit gumpalan asap yang membumbun di dinding- dinding  ruangan itu.
Di luar masih gerimis. Butiran-butiran air hujan terlihat dari pintu yang sedikit terbuka. Serpihan air hujan terus  mengenai daun pintu di bagian depan, dan hawa dingin hilir mudik menyambar Natan yang duduk tidak jauh dari pintu yang sedikit terbuka itu.
Menghela nafas sejenak kemudian kembali berkisah. “Hari berlalu begitu cepat hingga suatu ketika Angel mengirim salam kepadaku lewat adik perempuanku. Angel mengatakan bahwa ia mencintaiku penuh pada pandangan pertama di kala senja itu. Dari kalbu yang paling dalam ia mencintaiku. Tapi, saya tidak merespon dengan hati. Saya menganggap itu hanyalah soal biasa, lagian ia masih anak-anak.
Ketika Angel berjalan dengan adik perempuanku, ia selalu bercerita tentangku. Ia rela menghabiskan semua waktunya bila itu membicarakan tentangku.
Ia agak malu-malu ketika berhadapan denganku dari kali Topo. Ketika aku memberikan senyum, ia selalu membalikan wajahnya sambil tersenyum. Tapi ketika aku tak melihatnya, ia selalu menatapku.
Tatapan penuh cinta.
Bila aku kembali melihatnya, ia membalikan atau menundukan kepalanya sambil tersenyum simpul dan malu. Seperti itu yang terjadi selama menghabiskan masa kecil di alam Topo.
Alam dan kali Topo menyimpan banyak kenangan manis. Dan mereka menjadi saksi bisu untuk selamanya. Kisah kami memulai dari sana dan berakhir juga disana_alam Topo.
Kenapa ada cinta kalau pada akhirnya akan berpisah’ adalah, ungkapan kekecewaanku selama ini.”
Prakkkkk.....sssss
Suasana hening pecah akibat segelas kopi tumpah tersenggol siku lengan Fery.  Untungnya hanya sedikit yang tumpah. Tapi tenang-tenang saja, masih bisa tambah lagi karena se-teko penuh kopi ABC masih menanti diatas meja di sisi kanan.
Kemudian John melanjutkan dengan nada pelan.
“Hidup kami pun di lewati dengan tenang dan sentosa. Kebahagiaan Angel adalah ketika Ia melihatku; ketika Ia berbicara tentangku; dan ketika saya memberikan senyum padanya.”
John berdeham dan berhenti sebentar lalu melanjutkan kembali.
“Tapi saat itu, saya tidak pernah membalas cintanya. Saya hanya diam seribu bahasa. Itulah yang saya menyesali_penyesalan sepanjang hidup. Bukan sama sekali saya tidak mencintainya, saya juga menyukainya. Tapi entah kenapa saya tidak pernah mengungkapkannya.
Ketika saya melanjutkan SMA di kota, saat itu pun ia mencintaiku. Masih dan terus mencintaiku. Dan buktinya adalah ia tak pernah berhenti berceritera tentangku. Dan saat itu pula rasa cintaku pada Angel pun kian tumbuh. Saya mulai membayangkan cantiknya Angel dan ingin mengungkapkan rasa cintaku padanya. Saya menunggu libur sekolah diumumkan, dan bila hari itu tiba saya berencana naik ke Topo dan mengungkapkannya pada Angel bahwa saya juga sungguh-sungguh mencintainya.”
Sepertinya, kuncup-kuncup cinta John pada Angel kian mekar. Dan akan terlihat indah dan harum semerbak ditaman cinta. John pun kian mencintai Angel dan ingin bertemu dengannya lagi. John baru saja menciptakan sebuah dunia ilusi yang hanya ada dirinya, Angel dan Cinta. Dunia impian yang menunggu penggenapannya_di alam Topo.
John mulai jatuh cinta pada Angel Wakey.
John tak sabar menunggu hari itu tiba. Ia mulai mengenang Angel dan memikirkan wajahnya yang cantik jelita. Ia ingin merangkul bidadari jiwanya dalam dekapan cinta. Ia ingin mencintai dan dicintai Angel selama sisa penziarahan hidup  ini.
Namun, dewi portuna tidak bersahabat dengan John rupanya. Sebuah dunia imajinasi dan ilusi yang diciptakan John akan berakhir tak berbekas dengan berita itu_Angel Wakey akan dikawinkan.
Rupanya kopi di gelas-gelas itu hanya tersisa setengah gelas. Ternyata mereka meminumnya juga. Tak ada bunyi gelas terdengar ketika meminumnya. Tak ada bisingan tercipta. Kisah John sedang berjalan di jalur yang sunyi dan tenang, mengikuti irama nostalgia yang terdengar merdu dari speaker hitam di sudut kamar itu.
Methu-cs yang duduk di kursi itu hanya meng-anggukan kepalanya sejak tadi . Mendengar dengan penuh penghayatan.
John kembali mendesah pelan dan terus berbicara. Wajah melangkolis terlukis jelas. Para pendengar pun ikut terbuai dalam kisah cinta John yang rumit dan memilukan.
“Waktu dengar berita itu saya hancur.....” John menundukan kepalanya sejenak. Beberapa saat kemudian John kembali melanjutkan, “Seperti kilat menyambar dan guntur menghantam ragaku. Saya tidak bisa membayangkan kalau hal itu bisa terjadi. Tuhan..........Angel akan dikawinkan dengan orang lain karena Angel dan lelaki itu sudah tidur bersama dan melakukan hubungan selayaknya suami-istri. Berita itu laksana halilintar yang menyambar diriku. ‘Saya akan memastikan sendiri’ itulah yang ada dalam pikiranku waktu itu. Saya mengambil motor Rx-King dan melaju ke Topo. Hanya untuk memastikan.”
Sambil John memandang para pendengar itu perlahan, “Kowakeima........waktu itu seperti saya dengar berita duka,”
Iya.....memang, John berduka atas kepergian cinta.
Kuncup-kuncup cinta yang baru saja mekar di hati itu sudah layu dengan berita tadi _Angel akan dikawinkan. Seolah sekuntum bunga yang layu akibat siraman terik matahari yang mengerikan. Panasnya 70 derajat cercius.
Tak ada harapan tentang ikatan hati, Angel sudah keluar dari hati dan hidup John. Tapi tidak dengan ingatannya. John selalu mengingatnya setiap detik. Sampai kini pun John masih mengingatnya. Lima tahun lamanya tidak membuat John melupakan kenangan masa lalu. Entah sampai kapan ia akan melupakannya?
John kembali tersenyum simpul dan mencicipi segelas kopi ABC dihadapannya itu dan melanjutkan kisahnya. “Setelah saya sampai di Topo, disana banyak orang berkumpul dekat rumah bapa ade. Saya langsung kesana dan lihat dari dekat, Angel ada samping kiri sedang duduk. Ketika Angel meilhatku, ia kaget dan menatapku pilu. Wiss....Angel menangis bersedu ketika itu. Ia kemudian menundukkan kepala.
Saya langsung masuk ke kamar dan mendengar ade-ade berbicara denganku tentang masalah Angel. Angel sudah melakukan hubungan selayaknya suami-istri dengan laki-laki itu, jadi itu yang mereka sedang perkara, dan sedikit lagi mereka akan taruh maskawin di halaman rumah depan.
John hanya meng-anggukan kepalanya. Tidak ada sepata kata pun terucap. Bisu. Iya...John membisu tapi Ia begitu terpukul. Lirih dan lunglai tak terkendali. John akan lebih hancur bila ia tinggal agak kelamaan disitu. John harus pergi, entah kemana. Tak ada tujuan, kemana Ia akan melanjutkan perjalanan penuh pilu itu. Kemana John akan membawah hati yang lara dan hancur berkeping-keping itu?
Mungkin ke Waroki. Tapi itu hanya sesaat.
Tapi tiba-tiba Rosa, adiknya John, mendekatinya dan membisikan ke John.
Bisikan yang menghentikan langkahnya sebentar. “Angel ingin ketemu dengan kk. Kk tolong temui dia. Ia sangat mengharapkan pertemuan ini.”
‘Tuhan.....ini apa-apaan lagi ini. Angel baru saja sudah taruh maskawin, tapi kenapa ia ingin berbicara denganku. Batin John.
Penasarannya tak tenang. Bagimana kalau ada yang lihat pertemuan mereka?
“Tidak! Sudah cukup. Saya tidak mau ketemu dia lagi, dia sudah memilih laki-laki lain. Saya sudah tidak ada hubungan lagi dengan dia. Bilang dia, saya tidak akan menemuinya lagi.” Tukas John sambil membunyikan motornya. Dengan cepat ia bergerak dengan motornya. John akan menjauh dari kehidupan Angel.
Astaga......John sudah pergi dengan kecepatan tinggi.
Akhirnya John pulang kembali ke kota untuk memulai awal yang baru dalam cinta.
Ketika John sampai dipinggir jalan raya, dia bertemu dengan Angel. Angel sudah memalang ditengah jalan dan kali ini John tidak bias menghindarinya. Angel menghentikan John. Kemudian John turun dari motor dan membawahnya ke belakang rumah di pinggir jalan Trans-Enaro. Lalu ia menatap Angel sambil bertanya-bertanya gerangan apa yang akan diceriterakan kepadanya.
Angel hanya menangis berderai tanpa sepata kata. Angel terus menangis dan menangis, sepertinya, ia ingin menangis sepuasnya dalam pelukan John tapi tidak, Angel sudah milik orang lain sekarang. Angel sudah seorang istri.
Angel mengusap air matanya dan berbalik ke arah John. Astaga....wajahnya sudah membengkak akibat menangis seharian tadi. John merasa ibah dengan kondisi Angel saat ini.
Angel berkisah “Maaf kk...” Hanya kata itu, selebihnya tangisan lagi. Angel membutuhkan beberapa saat untuk kembali menenangkan diri_tidak menangis lagi.
Angel berdeham.
“Kk, semuanya terjadi diluar kesadaranku. Setelah saya sudah ternoda baru sadar kalau saya sudah tidak utuh lagi. Saya sudah tidak berguna lagi. Kk.......saya sudah tidak layak  memilikimu dan cintamu.”
Enjel menunduk. Tak kuat lagi memandangi John sekarang. Ia menghela nafas panjang. Sesaat kemudian Anjel menatap Jonh lagi dan mendekat.
“Kk, cinta ini hanya untukmu, tapi itu tidak mungkin rasanya. Saya sudah melenceng jauh dari kehidupan cintaku yang sebenarnya. Saya harus bagimana kk.” Angel mengutarakan perasaannya kepada John dengan luapan tangisan yang tak terbendung.
Angel mengulurkan kedua tangannya ke arah John. Ingin memeluknya. Tapi, Angel memeluk tiang disamping John dan menangis bersedu.
Jonh kembali memandangi Angel dengan tatapan pilu. Kemudian John meraih lengan Angel dan berpesan, “Ade.....ade sudah kawin dengan lelaki lain jadi ade jalani saja. Itu adalah pilihan hidupmu. Jalanilah hidupmu dan semoga ade selalu bahagia. Sebetulnya, kk juga mencintaimu, tapi kita tidak mungkin bersatu. Cinta tidak selamanya bersatu, ade. Saya akan belajar melupakanmu. Dan.......”
“Tapi saya tidak akan melupakan kk,” Sahut Angel sambil memotong perkataan John. “Kk akan ada dalam selak jangtungku, dalam kalbu yang paling dalam. Kk akan abadi dalam cerita cintaku, walaupun saya sudah menjadi milik orang lain. Kk adalah cinta pertamaku. Saya bisa mengenal dan merasakan cinta hany karena ada kk.”
Kakakkk.......”, Angel tak melanjutkan perkataannya, selebihnya tangisan. Angel kembali menangis dan kali ini tak terbendung. Angel ingin menangis sekuat mungkin, tapi ia hanya menggigit kerah bajunya. Bajunya pun sudah basah.
“Selamat tinggal ade dan selamat berbahagia bersama dia. Saya ini anak yatim yang tidak akan membahagiakanmu. Selamat menjalani hidupmu bersama dia yang memberikan harapan kebahagian dan kehidupan yang layak untukmu. Dan ade layak mendapatkan itu.”
Ungkaan terakhir John membuat hati Angel semakin pilu. Tapi Angel tidak kuasa untuk merubah situasi ini dengan tangisannya. Hanya tangisan dan semuanya sudah terlanjur.
Hidup harus berlanjut seperti bumi terus berputar.
Kemudian, John melaju dengan motor dan Angel masih menatap kepergian John hingga hilang dalam samar-samar pandangnya.
Kopi hitam masih tersisa sedikit di dasar gelas. John terlanjur minum ampas kopi dan akibatnya ia agak batuk-batuk lalu mengumbar senyum ke rekan-rekan yang sejak tadi mendengarkan kisah cintanya. Kisah yang hanya menjadi kenangan terindah dalam hidupnya.
John lalu melanjutkan lagi. “Sekarang saya tidak tahu keberadaannya. Pertemuan dibelakang rumah itu adalah pertemuan terakhir. Terakhir kali mendengar suaranya.”
John menghela nafasnya. “Setiap kali Angel hendak berceritera tentang diriku dengan orang lain, dia akan mengawali dengan tangisan. Sampai saat ini pun, Angel akan menangis begitu lama sebelum menyebut namaku untuk memulai mencertakan kisah lalu kami.
Ia menyebut namaku adalah seolah membuka pintu air matanya. Mungkin karena ia mencintaiku penuh. Tapi kenapa Angel kawin dengan lelaki lain adalah sebuah misteri.”
Bunyi SMS menghentikan ceritanya. Ternyata info dari Telkomsel yang mengingatkan kepada seluruh insan penggunaTelkomsel bahwa besok adalah hari Valentine (Hari kasih sayang sedunia)_14 Februari 2015. Info supaya setiap orang menyiapkan kado terindah untuk kekasih jiwanya.
Ia kemudian mengabaikan sms itu dan terus melanjutkan kisahnya.
“Samapi saat ini pun Angel sering berceritera sama ade-ade perempuan bahwa ia sangat mencintaiku.
Angel pun selalu berkata bahawa,  Bila saya tidak bersatu dengan kk John dari dunia ini, saya akan menunggunya di pintu surga. Saya ingin bersatu dengannya dalam keabadian cinta. Saya ingin menjadi belahan jiwanya untuk selama-lamanya. Saya ingin tidur lelap dalam pelukannya. Kk John adalah cinta pertama dan terakhirku. Saya akui bahwa orang lain telah menyentuh tubuhku untuk pertama kalinya, tapi hanya kk John yang pertama kali menyentu hatiku. Kk John adalah kehidupanku’
Jika, seberapa besar perhatian seseorang kepada yang lainnya adalah menunjukan seberapa besar cintanya pada orang itu, maka benar bahwa cinta Angel pada Jonh adalah segalanya. Karena seluruh perhatian Angel hanya tertuju pada John, hanya John.
Kemudian John mengakiri kisahnya dengan mengatakan, “Itulah kisah cinta pertama yang mengantarku pada kisah-kisah yang lainnya.”
Semua orang yang mengerumuni sekitarnya sudah memandangi John dengan tatapan melangkolis. Mereka rupanya terhanyut dalam cerita John_Cerita tentang Cinta, Derita, Kerinduan, Kesunyian dan Keindahan.***
By. Fiery Tebai