SATU CINTA DUA HATI
Pertama kali engkau menyebutku sebagai teman yang berbincang, curhat dan sering.
Hari-hari telah terlewatkan, terus dan terus engkau memanggilku dengan sebutan teman. Aku terlalu tersenyum setiap saat dangan tawamu menghibur hati.
Setiap senja HP aku selalu getaran dering berbunyi aku tahu saja
darimu, dengan tersenyum aku angkat HP dan sapa dengan kata "teman apa
kabar ?
Jawab darimu: " z baik saja".
Suatu ketika, aku bertemu sih Dia disatu kota yang disebut Kota Emas. Disana kita berdua saling sapa dan aku juga sapa kepada rekan dan adik-adiknya yang lagi bersamanya.
Tanyaku padanya: "sebentar mau naik pulang kerumah? Jawabnya: "tidak tapi, saya lagi buruh persiapan acara wisuda kakakku.
Perbincangan pun makin lancar. Adik-adiknya dan temannya pun pamit untuk pulang karena bosan.
Aku dan sih Dia bergegas mencari tempat duduk untuk nggobrol. Karena keasikan nggobrol tak terasa magrib sore.
Dalam nggobrol pun ada timbul rasa kecuriagaan dan perasaan suka alias cinta hehehe..... gombal, kataku dibenakku.
Tanyaku padanya: " kita main ke panteh kah?
Jawabnya: "bisa kita dua jalan sudah.
Akupun mengendarai motor, sesampai di panteh kita pun melanjutkan nggobrol yang tidak masuk di akal alias lucu-lucu.
Tak terasa senjapun berlalu cuma bisikan angin laut yang sepoi-sepoi menghantui tubuh.
Karena malam yang makin dingin kitapun bergegas untuk pulang. Aku mengantar sih Dia pulang kerumah pamannya dan aku pun pulang ke kediamanku.
Semalam terbayang-bayang seyumannya yang pempesona, aku tersenyum memikirkannya dan malam itupun aku tidak bisa tidur. Di malam sunyi sepi cuma getaran jam dinding yang bisa menemaniku.
Sesampai besok pagi, getaran dering HP telah berbunyi, aku kira dari sih Dia yang memanggilku ternyata, Bapaku yang memanggil, "besok kau harus berang, Bapa sudah booking tiket untuk berangkat keluar kota.
Aku pun tanpa pamit pada sih dia taeoff dari runwaiy kota Emas.
Sesampai di kota yang jauh.
aku selalu menunggu kabar darimu. Sih dia pun menelfonku,"weee.... kamu kalau berangkat kasih kabar kha! Biar sudah kita orang lain jadi.
Seminggu berlalu menjalan minggu kedua, sih dia pun menelfonku dan saling curhat, kata siih dia : "sebenarnya itu sya suka ko tapi sya malu untuk bicara.
Jawabku: "sya juga begitu tapi sya juga malu bicara.
Tatapi aku sadar sih Dia sudah punya yang lain. Aku enggang untuk memanggilnya kata "sayang". Setiap telfonan selalu saja aku panggil siih Dia.
Aku tahu cintaku hanyalah seorang dan cintaku untukmu tetapi cintamu terbagi dua Dia dan Aku.
By. Jony Madai
Jawab darimu: " z baik saja".
Suatu ketika, aku bertemu sih Dia disatu kota yang disebut Kota Emas. Disana kita berdua saling sapa dan aku juga sapa kepada rekan dan adik-adiknya yang lagi bersamanya.
Tanyaku padanya: "sebentar mau naik pulang kerumah? Jawabnya: "tidak tapi, saya lagi buruh persiapan acara wisuda kakakku.
Perbincangan pun makin lancar. Adik-adiknya dan temannya pun pamit untuk pulang karena bosan.
Aku dan sih Dia bergegas mencari tempat duduk untuk nggobrol. Karena keasikan nggobrol tak terasa magrib sore.
Dalam nggobrol pun ada timbul rasa kecuriagaan dan perasaan suka alias cinta hehehe..... gombal, kataku dibenakku.
Tanyaku padanya: " kita main ke panteh kah?
Jawabnya: "bisa kita dua jalan sudah.
Akupun mengendarai motor, sesampai di panteh kita pun melanjutkan nggobrol yang tidak masuk di akal alias lucu-lucu.
Tak terasa senjapun berlalu cuma bisikan angin laut yang sepoi-sepoi menghantui tubuh.
Karena malam yang makin dingin kitapun bergegas untuk pulang. Aku mengantar sih Dia pulang kerumah pamannya dan aku pun pulang ke kediamanku.
Semalam terbayang-bayang seyumannya yang pempesona, aku tersenyum memikirkannya dan malam itupun aku tidak bisa tidur. Di malam sunyi sepi cuma getaran jam dinding yang bisa menemaniku.
Sesampai besok pagi, getaran dering HP telah berbunyi, aku kira dari sih Dia yang memanggilku ternyata, Bapaku yang memanggil, "besok kau harus berang, Bapa sudah booking tiket untuk berangkat keluar kota.
Aku pun tanpa pamit pada sih dia taeoff dari runwaiy kota Emas.
Sesampai di kota yang jauh.
aku selalu menunggu kabar darimu. Sih dia pun menelfonku,"weee.... kamu kalau berangkat kasih kabar kha! Biar sudah kita orang lain jadi.
Seminggu berlalu menjalan minggu kedua, sih dia pun menelfonku dan saling curhat, kata siih dia : "sebenarnya itu sya suka ko tapi sya malu untuk bicara.
Jawabku: "sya juga begitu tapi sya juga malu bicara.
Tatapi aku sadar sih Dia sudah punya yang lain. Aku enggang untuk memanggilnya kata "sayang". Setiap telfonan selalu saja aku panggil siih Dia.
Aku tahu cintaku hanyalah seorang dan cintaku untukmu tetapi cintamu terbagi dua Dia dan Aku.
By. Jony Madai
