Minggu, 10 Mei 2015

PENGORBANAN CINTA

User Waktu Tag
Sore yang indah. Hamparan senja terbentang di laut lepas.
Begitu sangat terlihat indah di hadapan elis, seorang wanita cantik yang mempesona. Ia duduk termenung di depan senja yang indah, merenung nasib hidupnya.
Kegalauan dalam hati muncul bertubi-tubi datang menggetarkan hati yang rindu akan seorang kekasih hati.

Tidak diduga, entah dari mana bisikan suara halus memanggil namanya. " Eliis, Eliis.. ? 

Suara lembut itu terdengar lagi memanggil namanya, “Eliiis.. Eliiis… ? "

Kuping telingah elis bergerak seakan mencari sinyal sumber suara itu.
Berusaha terus mencari dari mana suara itu berasal.
Penasarannya timbul membuat hatinya bertanya, siapa sebenarnya pria ini ?

Lagi suara itu terdengar. Ia berusaha untuk menangkap suara itu. “Eliis.. Eliiss… sa di sini ! Tepat di belakang ko “ Sahut seorang pria.

“ Sa tau, ko itu ko Mika..“ Begitu sapa eliis kepada mika.

Mika segera duduk di sampig Elis, ikut menikmati senja yang indah.

Sahut Mika, “ Elis, sa tau apa yang sedang ko pikir sekarang. Bagaimana ko bisa melihat indahnya bumi ? bagaimana ko bisa merasakan itu Elis.. ? tapi jang ko kawatir, suatu saat ko akan menikmati itu semua 

Mika terus berusaha menghilangkan kegalauan Elis. “ sa sayang dan cinta ko elis. Sa janji akan selalu bersama ko Eliss.. !!! sa akan selalu ada dalam setiap ko pu susah dan ko pu senang “ begitu kata Mika meyakinkan eliis.

Sahut eliis, “Bagaimana ko akan mencintai sa, sa hanya cewe buta yang hanya akan buat ko susah ?

jawab Mika meyakinkan Eliis, “ apapun keadaan ko, sa kan tetap sayang dan cinta ko "Lanjut mika sambil memegang tangan elis, " Eliis, sa cinta ko apa adanya, bukan karena ada apanya kamu. Sa rasa cinta ini timbul dari hati, bukan dari mana-mana sayang. Sa janji akan selalu bersamamu sehidup semati !

Hati elis begitu tergetar mendengar janji manis Mika. Dengan segera Elis memeluk Mika.

Dalam pelukan hangat, elis pun berkata kepada Mika, “ sa juga sayang ko mika, ko laki-laki yang paing baik di dunia ini yang selalu mengerti sa. Sa berjanji akan selalu bersama ko juga. Sa janji, Ketika sa bisa melihat nanti sa akan menikah dengan ko !!!

Waktu pun berlalu. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun.
Tepatnya di bulan Januari. Karena kebaikan seseorang, eliss mendapat cangkokan mata gratis.
Elis dioperasi, mengantikan dua mata yang tak bisa melihat sejak lahir.

Usailah sudah penderitaan elis selama 25 Tahun. Hati elis sekarang senang tanpa batas.
Sekarang eliis bisa melihat indahnya dunia, indahnya senja dibelakang rumah yang selama ini hanya bisa didengar dari saudara-saudaranya. Keinginannya sekarang terkabul. Kini setiap sore ia bisa menikmati indahnya senja di belakang rumahnya.

Suatu saat Elis berniat menemui kekasihnya Mika. Elis mendatangi rumahnya yang tak jauh dari rumahnya.
Elis menemui mika, tepat di ruang tamu. Didapatinya seorang buta, duduk di kursi yang terbuat dari bambu.

Ini dengan siapa kah ?“ tanya Elis kepada orang yang duduk di kursi bambu itu.
Sa dengan mika. Situ dengan siapa ?” lanjut tanya mika
Sa eliss mika, masa ko buta tuu ? ” jawab Eliis sedikit kaget melihat mika seorang yang buta.
Ia, sa buta Liss. Bagus sudah, ko sudah bisa melihat ” sahut Mika dengan rasa senang dan penuh senyum karena elis dapat melihat.

Lanjut tanya mika, “ Elis, berarti kita sudah bisa menikah.. ?

Jawab Eliis,, ” Iiii.. amit-amit, sapa juga yang mau pacaran apalagi  nikah dengan orang yang buta seperti ko..!!! “ Tanpa berpikir panjang, tanpa kata pamit, Elis berpaling.

Mendengar itu, kecewa sudah perasaan Mika. Rasanya sakit seperti ditusuk jarum. Sakit sekali rasanya.
Sirna sudah harapan yang diimpikannya untuk sehidup semati bersama wanita yang disayanginya.
Percuma sudah 15 Tahun jalinan cinta yang ia pelihara, hilang sekejap.
Perhatian dan cinta selama ini sirna seperti kapal yang tenggelam di laut lepas, yang tak tahu kapan pertolongan itu datang.
Hilang harapan Mika.

Suatu waktu Mika jatuh sakit. Hari berganti, mika masi terbaring dalam keadaan yang sama. Kondisi semakin parah sehingga harus dirawat di rumah sakit. Kata-kata di akhir perpisahan itu membuatnya semakin parah. Ia tak bisa bertahan terhadap sakit perasaannya.

Sampai suatu waktu, keadaannya makin parah. Rasanya tak tertahan lagi sehingga Mika menulis surat kepada Elis. Setelah menulis surat, ia berpesan untuk memberikan surat itu kepada Elis dan akhirnya Mika menghembuskan nafas terakhirnya.

Beberapa hari kemudian, elis membaca surat itu. Isi suratnya demikian  “Elis, sa sangat kecewa dengan ko karena ko sudah ingkari ko pu janji tapi sa bahagia karena ko bisa dapat melihat indahnya dunia ini dengan sa pu dua bola mata.

Setelah membaca itu, elis pun manangis. Ia sadar batapa baik pengorbanan Mika, sampai kedua bola matanya dipindahkan untuk kekasihnya.
Sekarang elis sangat kecewa, karena tak bisa mendapat pria sebaik Mika yang dapat korbankan segalahnya untuk kekasinya.

                                                                         
                                                                                                  By. Natalis Tebai