Minggu, 24 April 2016

Sejarah Tanah Papua

User Waktu Tag
Tidak ada komentar

Sejarah Tanah Papua

Pada tahun 1511, seorang pelaut, melihat pulau yang di kenal dengan Pulau Irian ini ketika ia kembali ke Eropa dari Maluku lewat Amerika. Pada waktu itu penghuni Pulau Raksasa ini disebut orang Papua. Pada tahun 1554 Onigo Otis de Retes mendarat dekat sungai Mambramo dan menyebut pulau ini “Nova Guinea” (artinya Guinea Baru). Pada adad berikutnya, pada tahun 1632, Cartenzs melihat pegunungan yang di tutupi salju. Kapten Cook berlayar di bagian selatan dekat muara sungai Boven Digoel. Latak pulau Irian sudah di ketahui, namun tentang penduduknya belum di ketehui apa-apa.

Berdasarkan hasil perjalanan de Retes tersebut di sampaikan kepada Bangsa Eropa pada khusunya Bangsa Belanda. Maka para Misionaris Katolik dan ekspedsi pemerintah Belanda berlayar menyusuru arah timur matahari pertama terbit. Setelah 24 tahun kemudian, tepat pada tahun 1569 misi Katolik sudah mulai memasuki daerah Papua selatan melalu Seram. Selanjutnya pada tahun 1844 didirikan Vikariat Melanesia yang juga mencakup daerah Papua. Pada tahun 1845 tujuh orang Pater Prancis dan enam Bruder tiba di pulau Papua, tetapi mereka semua dibunuh penduduk asli.

Sepuluh tahun kemudian terhitung tahun 1845-1855, tepatnya pada 5 februari 1855 utusan misionaris ke Papua di pelopori oleh Bapak-bapak Tow (dari Jerman) mandarat pulau Mansinam kabupaten Manokwari-Papua Barat. Di sinilah pusat penyebaran Injil versi Zending Gereja pekabaran Injil Indonesia di Daerah Pantai Utara Papua.

Pada abad ke 19 barulah pemerintah Belanda dan lembaga agama mulai memberikan perhatian pada bulan ini. Pada tahun 1853 kapal uap yang bernama Vesuvius masuk tanah papua yang pertama kalinya orang papua melihat kapal.
Siapa yang lebih dulu masuk  tanah papua? Agama protestan atau agama Katolik? Menurut Dr.F.C Kama dalam bukunya “Dit Wonderlijke werk” (artinya pekerjaan yang ajaib)Gereja Protestan melalui karyanya pada tahun 1855. Sedangkan pada tahun 1938 dia bertemu dengan zaman (iman animis atau dukun) yang memiliki buku jilid II dari Summa Teologi karangan Thomas Aquino, ahli Filsafat dari Teologi kelahiran Spanyol.
Cacatan sejarah lain menyebutkan bahwa pulau dan bumi cendrawasih (Papua) ditemukan paling terkhir. Bumi cendrawasih hilang berabad-abad dan “dicari-cari” oleh pedagang Persia, Gujarat, India, Cina, Spanyol, Sriwijaya hingga Misiolog dan Antropolog Eropa dan Amerika dengan berbagai tujuan. Manusia-manusia yang mendiami bumi Papua ini pun sudah lama hidup tanpa kontak dengan dunia luar. Oleh karena Misiolog dan Antropolog Barat menjuluki tanah ini denagan sebutan”The Land That Time Forgot” pulau yang dilupakan. Residen J.P.Van Eachout menyebut “Vorgeten Arde” tanah yang dilupakan.

Dalam cacatan sejarah tanah papua banyak nama yang disebut sesuai dengan budaya dan bahasa si penemu. Ada yang menyebut tanah papua, pulau Papua atau manusia Papua. Ada pula yang menyebut tanah Irian, Pulau Irian atau Manusia Irian. Sehingga satu pulau yang diciptakan Tuhan ini memiliki banyak nama. Berikut ini nama-nama yang pernah disebut untuk menyebut tanah Papua :

1. Dwi Panta dan Samudranta
Nama ini diberi oleh pedagang-pedagang asal Persia, Gujarat dan pedagang India yang menemukan pulau itu pada abad ke VI dan VII, Dwi Panta dan Samudranta artinya ujung samudra dan ujung lautan.
 2. Tungki
Nama tungki ditemukan dalam catatan harian seorang pedagang Cina bernama Chou Yu Kuan. Nama Tungki dipakai untuk menyebut tempat asal rempah-rempah (daerah Serui) oleh pelaut dan padagang asal Cina pada abad ke VIII.
3. Janggi
Pada abad yang sama (abad ke-VIII), para pelaut dan pedagang Sriwijaya mengenal bumi Cendrawasih dengan nama Janggi.
4. Papua
Pada awal abad 19 dalam tahun 1500-1800 antonio d’Abrau (1511) Franscesco Sereno (1521) menyebut wilayah itu dengan nama “Os Papuas” atau juga “Ilha de Papola” dan Don Jorge de Menetes asal Portugis beberapa tahun kemudian menamainya Papua.  Nama Papua diketehui dalam catatan harian Antonio Figafetta juru tulis pelayaran  Magelhaens yang mengelilingi dunia. Nama Papua diketahui  Figafetta saat singga di pulau Tidore. Dalam bahasa Tidore Papua dari Kata Papu dan Ua yang artinya “tidak bergabung” atau “tidak bersatu” (not integrated), yaitu sebuah nama yang di pakai untuk menyebut sebagian tanah Papua yang tidak termasuk dalam kerjaan Tidore pada waktu itu.
5. Pulau Emas
Nama Pulau Emas diberi oleh Alvaro dan Savedra seorang pimpinan Armada Laut Spanyol yang mengikutu pelayaran Magelhaens, ketika menancapkan jangkar kapalnya dipantai utara Irian pada tahun 1528 dengan nama Isla de Oro atau Island of Gold artinya Pulau Emas.
6. Nueva Guinea
Pada tahun yang sama pelaut andal Spanyol bernama Inigo Oertis de Retes ketika berlayar dari Tidore ke Panama memberikan nama Nueva Guinea. Nama ini diberikan setelah ia melihat penduduk Guinea yang orang Belanda menyebut Niew Guinea. Dengan demikian nama Papua dan Niew Guinea digunakan secara umum pada waktu yang bersamaan.
7. Irian
Nama Irian diangkat dari bahasa Biak, Serui dan bahasa-bahasa lain di Papua oleh beberapa dewan suku-suku yang dikomandangi Frans Kaisepo, Korinus Krey, Yan Waromi dan kawan-kawan Kampung Harapan Jayapura (Holandia) pada tahun 1940-an. Atas kesepakatan bersama- sana, nama Irian disosialisasikan oleh Frans Kaisepo melalui pidatonya pada 16 juli 1946 di Konferensi Malino. Irian dalam bahasa Biak : iri artinya tanah, an artinya panas. Dengan demikian nama Irian artinya tanah panas, (iriane monda).
Dalam bahasa Serui iri artinya tanah, an artinya bangsa, jadi Irian artinya tanah Bangsa atau tanah air. Dalam bahasa Merauke iri artinya ditempatkan/diangkat tinggi dan an artinya Bangsa, jadi Irian artinya Bangsa yang diangkat tinggi. Sedangkan kata-kata yang di pakai bahasa Biak, Serui dan Merauke diketemukan kesamaan kata dari bahasa suku-suku rumpun budaya koteka yakni, kata (suku Dani/Lani dan Migani) artinya saya. Sedangkan suku Mee menambah huruf “I” menjadi “Ani” artinya saya. Sementara itu, dalam bahasa Arab, Irian berarti telanjang. Dari penggalian arti Irian mengandung arti “saya ini tau bangsa ini (dibentuk) dari (debu) tanah panas yang tinggi derajatnya dari makhluk hidup lain (karena memiliki akal dan budi).

Terhadap nama-nama yang disebutkan di atas, masyarakat Irian lebih senang di panggil Papua, karena dikenal dunia luas dan identik dengan orang Irian. Walaupun secara historis, nama Papua merupakan sebutan orang Tidore berarti tidak bergabung (not integrated) dengan kerjaan Tidore pada waktu itu. Nama Papua ditetapkan sebagai nama Provinsi termasuk untuk menyebut manusia asli yang hidup diatas tanah ini bukanlah yang terpenting, tetapi tujuan akhir dari penggunaan/pemakian nama-nama tersebut, tergantung situasi dan kondisi pembicaraan.




Jumat, 01 April 2016

Arti Kehadiran

User Waktu Tag
Tidak ada komentar
Ada seorang pria bernama Boti Tibo, namun ia sering dipanggil BT oleh kerabatnya. Dia orang yang tampan, baik hati dan tidak sombong. Karena ketampananya banyak wanita yang tergila-gila padanya. Semasa kuliah ia dikenal sebagai pribadi yang rajin dan cerdas. Sayangnya, Boti adalah orang yang agak pemalu sehingga kadang membuatnya tidak percaya diri.

Ada juga seorang wanita cantik bernama Junitha di kota itu. Wanita yang dikenal seorang yang baik hati, sabar dan juga tidak sombong. Ia selalu aktif dalam organisasi kemanusiaan dan memiliki jiwa sosialisme yang tinggi. Dia juga seorang pecinta bunga. Banyak koleksi bunga di rumahnya. Mulai dari halaman depan sampai halaman belakang. Tidak hanya itu, dalamnya pun banyak bunga yang dipotkan.

Junitha Betler adalah teman kuliahnya Boti. Mereka sudah saling kenal sejak masa-masa kuliah. Kuliah di kampus yang sama dan di jurusan yang sama. Namun sekarang mereka telah bekerja sejak 3 tahun lalu setelah lulus. Junitha bekerja di salah satu bank swasta sedangkan Boti bekerja di perusahaan makanan kaleng sebagai CEO (chief executive officer).

Semasa kuliah Junitha adalah wanita idaman para lelaki, salah satu diantara mereka adalah Boti. Junitha selalu menjadi incaran para pria-pria dikampusnya. Namun, Junitha selalu pintar untuk menempatkan dirinya. Baginya, persahabatan yang utama. Susah baginya untuk mencari teman daripada musuh.

Suatu saat, karena malu mengatakan rasa cintanya kepada Junitha maka setiap pagi BT selalu mengirimkan setangkai mawar merah kepada Junitha melalui seorang penjual bunga. Kebetulan saat itu keduanya masih single. 

Atas anjuran BT, setiap pagi penjual bunga selalu mengantarkan dan menaruh setangkai mawar merah di depan pintu rumah Junitha. Setiap bunga yang diantarkan kepadanya selalu tidak dicantumkan nama Boti. Yang ada hanyalah alamat penjual bunga itu. Sengaja Boti melakukannya agar Junitha penasaran.

Sudah seminggu Junitha selalu mendapatkan bunga mawar merah. Tidak tahu dari mana bunga-bunga ini berasal. Setiap pagi bunga selalu dilatakkan di depan pintu rumahnya. Hal ini, membuat ia penasaran dan mulai bertanya-tanya dalam hatinya, sebenarnya siapa orang yang selalu memberikan mawar merah kepadanya.

Dengan rasa penasaran yang tinggi, ia menemui sang penjual bunga..

Hey, apakah Anda yang selalu mengantarkan bunga mawar merah kepadaku ?
Iya nona, saya hanya mengantarkan bunga itu kepada nona.” 

Lalu, siapa sebenarnya yang selalu memberikan bunga mawar merah untukku ?” tanyanya penuh rasa ingin tau.
Tuan Boti yang menyuruhku untuk memberikan bunga mawar kepada nona. Dia tinggal disana,” sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah tempat tinggal BT.
" Ooww, rupanya dia yang selalu memberiku bunga mawar kepadaku setiap pagi," gumamnya dalam hati.

Ya, saya mengenalnya. Dia teman lamaku sewaktu kuliah. Saya akan menemuinya dan menanyakan ini kepadanya,” katanya kepada penjual bunga.
Ia lansung menemui Boti. Kebetulan saat itu Boti sedang mencuci mobil kesayangannya di depan rumahnya.
Karena melihat Junitha datang membawa bunga mawar di tangan kanannya maka ia terlihat agak bingung dan sedikit grogi. Ia berusah lebih dulu menyambutnya agar dapat menguasainya.

Hey Junitha, selamat pagi ? baru pertama kali aku melihat kamu lewat sini,” sambut Boti. 

Iya Bot, terpaksa saya lewat sini hanya untuk menanyakan sesuatu padamu.
Wah, kali ini membuat hatinya tambah gemetar.

Apakah kamu yang selalu memberikan bunga mawar kepadaku ?” tanya Junitha

Ya benar, aku yang selalu memberikan bunga mawar merah kepadamu setiap pagi. Saya yang selalu menyuruh si penjual bunga untuk mengantarkannya kepadamu.” jawab Boti dengan sedikit malu.

Mengapa kamu selalu memberikan bunga mawar merah kepadaku ?” tanya Junitha lagi.

Karena aku suka padamu !” Jawab BT dengan Spontan.
Lanjut Boti dengan serius, “supaya kamu tahu Junitha, aku menyukai kamu tidak sejak aku mengirimkan bunga mawar merah untukmu tetapi sejak kita masih kuliah. Aku selalu berusaha untuk mendekatimu namun perasaan maluku membuat aku tak bisa mendekatimu. Aku tidak percaya diri ketika ingin berbicara denganmu bahkan untuk bertemu sekalipun. Aku selalu saja malu dan takut. Namun dibalik semua itu, aku sangat menyukaimu bahkan mengagumimu !"

Jika memang kamu menyukaiku, apakah tidak ada cara lain ? Kenapa harus membuatku penasan dengan bunga-bungamu ?
Menurutku, itu cara terbaik bagiku untuk bisa memilikimu. Sengaja aku tidak menuliskan namaku di setiap bunga mawar yang aku kirimkan kepadamu agar rasa penasaranmu yang akan memberitahukan padamu bahwa aku yang memberikan bunga-bunga itu. Inilah perasaan sukaku kepadamu. Maukah kamu menjadi kekasihku ?” dengan harap yang keras menghangatkan keberaniannya melontarkan kata-kata yang tak pernah bisa ia ungkapkan.
Sejak masa kuliah, Junitha sempat menyukainya karena ketampanan dan kepintarannya. Tapi ia menganggap itu biasa-biasa saja. Baginya, menyukai adalah sesuatu yang normal bagi manusia. Namun kali ini berbeda, Boti melumpuhkan kenormalan itu sehingga Junitha jatuh hati padanya.

Dari sekian banyak pria, baru pertama kali aku temukan seorang pria yang dapat membuat aku jatuh hati karena penasaranku atas semua bunga-bungamu. Rasa penasaranku telah membuat hatiku luluh. Sekarang, caramu telah membuat aku benar-benar suka padamu. Hadirlah dalam hidupku, temani aku dalam setiap hidupku.

Mulai saat itu, hingga mereka hidup dalam satu keluarga, Junitha selalu mendapatkan setangkai mawar merah setiap hari. Setiap pagi bunga selalu diletakkan di depan pintu rumah. Saat suaminya bertugas di luar daerah bunga selalu diantarkan kepada Junitha. Saat suaminya sakit bunga selalu diantarkan kepada Junitha. Setiap pagi setangkai mawar merah selalu diantarkan kepada Junitha oleh si penjual bunga. Junitha yakin bahwa bunga-bunga yang selalu ia dapatkan pasti pemberian suaminya, Boti.

Sampai suatu waktu, suaminya meninggal. Junitha merasa bahwa dalam kehidupannya ia tidak akan mendapatkan bunga lagi karena suaminya telah meninggal. Tetapi tidak, setangkai mawar merah tetap saja diantarkan kerumahnya. Besok pun sama. Besoknya pun demikian. Hari berikutnya juga sama saja. Hal itu membuatnya sangat penasaran dan membuat hati Junitha tidak tenang.

Suatu saat, karena penasaran ia kembali menemui penjual bunga untuk menanyakan kembali dari mana sebenarnya asal bunga mawar itu. Lalu ia pergi menemuinya.

Hey, suami saya telah meninggal 1 minggu yang lalu, kenapa bunga masih saja kau kirimkan untukku ? Jangan-jangan saat itu kau salah menunjukan orang kepadaku ?

Maaf Nyonya, kata Tuan Boti, bunga mawar akan stop dikirimkan jika Nyonya meninggal. Katanya, itu bukti kehadirannya dalam setiap hidup Nyonya
Junitha menangis setelah mendengarkan kalimat itu. Dengan tangisan dari dalam hati, Junitha membalikan badannya lalu pulang ke rumahnya. Di perjalanan, ia kembali teringat kisah pertama jadian hingga bunga yang selalu hadir setiap pagi membuatnya sedih dan terus menangis. Kisah-kisah yang indah membuatnya tak bisa bertahan diri, pipinya berlinang air mata.

Ia mengerti bahwa suaminya memberikan pelajaran berharga mengenai arti kehadiran dalam hidup. Ia bahkan merasa menyesal karena dalam hidup bersamanya Ia tidak selalu hadir dalam kehidupan suaminya. Junitha mengerti bahwa kehadiran bunga memberikan arti terpenting  dalam hidupnya.

Bagi Boti, itu hanya ungkapan kebahagiaan karena telah mendaptkan seorang wanita yang disukainya. Yang berarti akan dicintainya sampai akhir hidupnya. Baginya yang utama adalah kehadiran untuk kekasihnya, Junitha. Walau hanya melalui setangkai bunga namun bunga dapat memberi arti penting dalam hidup bersama. Bunga merupakan lambang kehadirannya.

___NATTO TEBAI