Selasa, 18 Juli 2017

Pernyataan Sikap yang Tergabung Dari Mahasiswa/I Dipa Topo Menou Yang berlandaskan Peduli Pendidikan di Dipa ,Topo dan Menou (DITOME)

User Waktu Tag
Tidak ada komentar
Gerakan peduli pendidikan Dipa ,Topo dan Menou (Ditome ) adalah wadah yang sengaja dibuat untuk meng-ekspresikan aspirasi dengan Tujuan yang jelas yaitu untuk peduli pendidikan, strukturnya yang jelas dan yang menjadi gol kedepan yang jelas oleh wadah yang kami buat saat ini yang menjadi pimpinan Peduli pendidikan Organisasi DITOME adalah Jhon Madai yang sedang study di Bandung. Jhon Madai selaku pelaku Peduli pendidikan DITOME dan anggota lainya menyikapi persoalan asrama yang dibangun di Nabire kalibobo Untuk mahasiswa/i Dipa ,Topo ,dan Menou .

Dengan atas organisasi peduli pendidikan DITOME kami dari mahasiswa/i Dipa Topo Menou (DITOME) menilai pendidikan sangatlah penting untuk generasi yang akan datang, sebagain tonggak  stafet roda pemerintahan yang akan datang.
Kami menggangap pendididkan itu sangat vital dalam proses pembangunan suatu bangsa , negara dan daerah untuk tunas generasi kedepan demi kelancaran kokohnya suatu daerah .
Kami pun sangat mengapresiasi atas merespon  kebutuhan  keluhan masyrakat Dipa Topo dan Menou untuk membangun  sebua asrama oleh PEMADA nabire ,karena kami menggagap Asrama ini menjadi tempat wadah untuk menciptakan generesa Daerah kedepan.
Namun yang menjadi kekesalan  Bagi kami mahasiswa peduli pendidikan Dipa ,Topo dan Menou kepada PEMDA ada beberapa hal dibawa ini :

Mahasiswa/I Peduli Pendidikan Dipa Topo Menou (DITOME) di Bandung Jawa Barat 
 












Kami selaku mahasiswa/i menyikapi bahwa, masalah Asrama sudah dua kali membicarakan  dalam proses negosiasi antara Dipa Topo Menou dan individu yang mengklaim bahwa “asrama yang di bangun atas aspirasi saya”, ada yang mengklaim dengan mengatas namakan individu ,sampai pada akhirnya hampir  terjai konflik .namum  pemerintah ataupun dinas terkait  untuk menangani persolan  ini belum pada resolusi yang jelas . lembaga   yang bersangkutan dalam persoalan ini pun kelihatannya antipatik yakni  POLRES   Nabire . dengan alasan ini kami mahasiswa/i menganggap dibalik ini ada elit politik ataupun golongnan tertentu sedang bermain untuk kepentingan pribadi.

Kami selaku mahasiswa/i mempertanyakan kebijaksanaan keputusan yang memegang kekuasaan roda pemerintahan di kabupaten nabire dalam hal ini dinas pendidikan yang mana sudah merealisasikan proses pembangunan asrama Dipa Topo Menou tetapi mana kekuasaan legalitas hukum dan pemerintah yang bertanggung jawab atas penyelesaian masalah diatas ini.

Kami mahasiswa /i mendesak kepada Pemerintah yang terkait segerah selesaikan masalah internal  yang terjadi  antara individu , bagimanapun carahnya proses  melaui hukum ataupun secarah adat atau kekeluargaan .

Kami  yang tergolong peduli  pendidikan Dipa  Topo dan Menou  kami bertekad yang bulat dan utuh untuk tetap akan mengikitu dan mengcros  chek dalam proses penyelesaian masalah ini, jika sampai belum ada penyelesaian maka kami mahasiswa/i mengambil sikap untuk proses penyelesaian tempu melalui Hukum ,dalam artian kami mahasiswa/i akan mencari bebrapa konsultan ataupun LBH (lembaga Bantuan Hukum )untuk proses penyelesaian secara hukum ,ada LBH yang relah akan mendukung membicarakan  hal keadilan seperti ini  artinya ada banyak LBH  jayapura yang geratis ,untuk mendudkung dalam proses penyelesaian . semoga ini di pertimbangkan buat kenyaman untuk kita bersama