Saya memiliki seorang kawan yang
memiliki kisah yang cukup menarik, kisa begini ceritanya. Ia mengalami suatu musibah
yang berat(menurutnya) sangat berat untuk di jalaninya. Sang kekasihnya yang
begitu di cintainya telah meninggalkannya tanpa alasan yang masuk akal, padahal
dia benar-benar sangat mencintainya.
Setiap orang memiliki kelemahan
hati yang sangat unik. kebetulan orang ini memiliki kelemahan hati dalam hal
cinta. begitu ia ditimpa musibah seperti itu, hatinya
benar-benar tidak sanggup menerimanya. Ia merasa tidak bisa berpisah dari
kekasih yang sangat dicintainya itu. sakit sekali rasanya. menurutnya itu suatu
cobaan yang sangat besar, yang ia tidak sanggup menerimanya.
Pada suatu hari, ia merasa begitu
gundah dan sedih sehingga ia memutuskan untuk pergi entah kemana mengikuti
kakinya melangkah. tampa di sadarinya ia tibah di suatu tempat yang begitu
tedu. disan ia duduk, merenung, berdoa dan menagis. entah sudah berapa orang
yang lalu-lalang di tempat itu memperhatikan ia dan air matanya,
tetapi ia sama sekali tidak peduli. Di tengah kesedihannya yang mendalam ia
berdoa,
"ya ALLAH yang suka membolak-balikkan hati, berikanlah hatiku ketetapan dan kebahagiaan."
![]() |
| Foto Ilustrasi/ |
Hati sang pemuda tersebut berdegup
sesaat bagai di sambar petir. ditengah-tengah kesedihannya yang cengeng itu,
ternyata ada orang yang mengalami penderitaan yang jauh lebih berat dari yang
ia alaminya,
Bapak cuma ingin pulang saja, anak. Tapi Bapak tidak punya ongkos. setiap hari Bapak berdoa agar di beri pertolongan dari Allah. Bapak cape, anak......" sambil berkaca-kaca.
Sang pemuda itu tidak tega lalu
memberikan sedit uang yang ada padanya untuk pak tua itu. Di tengah tangis dan
ucapan terima kasih yang keluar dari mulut pak tua, sang pemuda memberinya
nasihat yang sebenarnya cocok untuk dirinya sendiri,
" Allah itu tidak tidur, pak dia pasti melihat Bapak". Sabarkan hati Bapak, ini hanya ujian, tabah saja...
Jika kita perhatikan di sekitar
kita, ada banyak sekali yang mengalami penderitaan jauh lebih berat dari pada
yang kita alami. Maka dari itu, tenangkanlah hatimu wahai saudaraku. Allah
masih menyayangi dan melindungimu. Janga menganggap Allah benci dan tidak menyayangimu
sehinga memberikan cobaan yang anda anggap begitu berat, cabaan itu hanya
kematangan imanmu saja.
