Senin, 29 Mei 2017

Berawal Dari Mama Ade

User Waktu Tag
Tidak ada komentar
Setiap memulai sesuatu pasti ada awalan yang akan di awalkan, seperti dalam percintaan yang baru memulainya antara wanita dan dan pria. Diantara mereka pastinya tidak mungkin langsung kenalan dan langsung berpacaran. Pastinya mereka punya sebutan nama tersendiri untuk saling sapa antara si cowo dan si cewe untuk mendekati dan untuk saling mengenalnya. Contohnya dengan sebutan Mama Ade, Adik, OM, Bapa Ade dll. 

Foto Ilustrasi
Ada seorang cowo yang sederhana melihat cewe cantinya paras rupawan. pandangan pertama si cowo ini menusuk hati dan menggoda hati si cowo itu. Ia pun tidak mau mengalah dan ia pun selalu bertanya tentangnya, lewat teman aktrabnya yang sering di sapa dengan nama Kolaitaga tentang dirinya. Suatu ketika ia pun tidak bisa menahan rasa cintanya untuk mengunggapkan isi hatinya. Ia memutuskan untuk menembaknya, ia menelefon temannya si cewe itu, untuk makan malam mersama mereka. Tak lama kemudian mereka berdua pun tiba di tempat makan yang berada di pinggiran jalan. Ia pun beranikan dirinya untuk bicara isi hatinya, walaupun agak grogi atau rasa takut.

"Ceva pu mama ade sekarang ini yang jadi saksi adik Kolaitaga, saya suka adik dan mau pacaran sama adik, apakah adik bisa terima saya?" katanya dengan penuh keraguan si cowo itu, ungkapan kata hatinya yang paling dalam.
"Ado kaka maaf saya juga ini baru putus dari saya pu cowo, jadi saya ada stres" katanya dengan nada yang agak keras." "Oke sudah adik saya minta maaf kalau begitu, tapi tolong ingat buat adik bahwa rasa suka saya selalu bersama dengan adik walau adik juga sudah punya yang lain." Katanya denagan intonasi yang rendah dan sedih.

Si Cowo ini pantang menyerah ia pun selalu tanya keadaanya lewat kaka perempuan yang sering disapa dengan sebutan Bethi atau mama Ceva, karena sudah mempunyai buah hati dan ayah dari buah hati Jack yang sering di sapanya.

Setiap ketemu si cewe sering ungkapkan perasaanya, walau di abaikannya oleh si wanita idaman yang ia sangat cintainya.

Sampai saat ini cerita ini masih berlanjut dan belum akhir untuk mengejar orang yang ia cintainya. Setiap saat secara tidak sadar sering sebut namanya, "Otta seee..., ko dimana ini?".

Ia pun selalu telfon SMS dan Inbox pun jarang balas walau tidak di balas ia selalu berusaha untuk menyanyakan keadaanya.

Tetapi sayangnya si cowo ini tampak jelek dan tidak ganteng dan tidak tahu apa-apa yang ia perbuatnya. Tetapi ketulusan hatinya untuk mencintanya  lebih dari segalanya.

Apakah bisa cinta saya ini akan berkembang dengan bantuan kota kembang ini, tetapi sayang belum ada tanta-tanda yang belum untuk meyakinkannya. Ia selalu tabah menghadapinya hal cinta.

"Ceva Pu Mama Adee seeee... ko segalanya yang dambahkan, tetapi pilihan mau dan tidaknya semua ada pada dikau sayang pemilik perasaan cinta saya"