Berawal Dari Ospek, Menjadi Teman Baik
PADA tahun 2012, Awalnya, saya
bermaksud untuk masuk kuliah di sebuah kampus di jatung kota Bandung. Nama
kampus itu adalah Universitas Pasundan atau yang singkat UNPAS. Saya tertarik memilih
kuliah di Fakultas Hukum Jurusan Perdata. disana saya diminta tes tertulis dan
wawancara. Hasil tes dinyatakan lulus. Usai tes, saya di nyuruh mengikuti ospek
Pada hari ke-dua.
Kemudian, pada pukul 16.00
Wib sore, saya ke pasar untuk belanja atribut persiapan ospek. Lalu, pada malam
hari, mulai mempersiapkan. Namun, ke-esokan harinya, pada pagi subuh pukul 6.00 Wib. saya keluar dari
kost menuju ke tempat ospek di lapangan Sabuga dekat kampus Institut Teknologi
Bandung atau siangkat ITB. Dari sekian ribu calon mahasiswa baru, ku tak menjumpai
mahasiswa asal Papua. Cuma saya dengan Fredi
Tebai, Ia asal Papua, juga Sdr sepupuh-Ku. Kaiyanya kami dua sendiri calon
mahasiswa asal dari Papua.
Dibenakku, ingin sekali menjumpai
calon mahasiswa baru, yang berasal dari wilayah tanah Papua.
Seusai ospek. Ku sendirian ketika keluar dari tempat ospek, saya menjumpai tiga orang calon mahasiswa dekat pintu keluar. Mereka rambut kriting, kulit hitam, rupanya mereka asal dari papua.
Diriku, sangat senang skali.
Saya mulai berkenalan dengan mereka. Lalu saya mulai sapa, “kamu tiga salam
kenal. Saya punya nama Jhoni Madai. Asal dari Nabire Papua ! Kemudian, salah
satu dari mereka, mulai perkenalkan diri, “Za punya nama Maria, asal dari
Kaimana. Kemudian, selanjutnya seorang gadis cantik, “Saya Putri Bonai asal
dari Manokwari, giliran selanjutnya seorang cowo cakap, “Sa pu nama Moses
krispul asal dari Fakfak. “Saya sangat
gembira melihat mereka, juga bisa saling kenal . Walaupun di Papua, berasal
dari latar belakang Suku dan daerah yang berbeda-beda.
Maria angkat bicara, “Kawan-kawan kami cari makan kah ?“Oke sip, Kita jalan sudah, “Jawab saya.Kemudian kami bergandeng tangan sambil melangkah, Kebentulan ketemu seorang gadis asal Papua. Ia cantik, manis, mimic mukanya kreng skali. Kami bersama menyapa dirinya, dan menegornya, “haii !! Ia menjawab. “haii juga”Gadis itu, mulai perkenalkan dirinya, “Nama saya Evi Hisage dari Papua. Asal Yalimo..
Kemudian, Satu persatu kami
mulai memperkenalkan diri kami kepada gadis Wamena itu. Kami mengajak dirinya untuk
makan bareng, akan tetapi Ia menolaknya, dengan alasan bahwa ada kesibukan.
Saya, Maria, Bonai, dan Moses, pergi makan malam bersama-sama. Usai
makan bareng, kami pulang ke kost masing-masing. Dalam kegiatan ospek tiga hari
berturut-turut, tepat hari finishnya kegiatan, kami sepakat untuk saling
memberi nomor kontak HP.
Kami pun akhirnya berpisah,
saya, Moses dan Evi kami bertiga kuliah di kampus satu (1), Lengkong Besar,
Putri dan Maria di kampus dua (2) di Taman Sari dan Fieri Tebai di kampus tiga (3) jalan Setia Budi. Walaupun
kami berpisah, kami selalu saling telfonan dan sms-an makan bareng bersama.
Saya pun tidak sangka, saya
sudah memasuki semester lima menjalang semester enam. Akhir-akhir 2013-2014 tadinya
kami akrab pertemananya, sekarang yang saling canda, tawa, makan bareng, dan
masih berteman dengan saya, cuma Moses Krispul, Fieri Tebai dan Evi Hisage.
Sayang-nya dua putri cantik ini sudah tidak ada kabar sama sekali, entah mereka
tidak punya Hp atau juga mereka sudah lupah dengan kita?, “ hehehe…. Entalah
!!, suatu saat kita akan ketemu kembali.
Ingin saya berjumpa kembali semua teman-teman yang saya sebutkan dalam sepotong tulisan ini, agar kita saling menyapa seperti waktu mengikuti Orentasi Pengenalan Kampus (Ospek).
Akhir kata dari saya,
“BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTU”.
Kangen Kalian smua. Tuhan
akan menyertai kita sekalian hingga akhir zaman.
==========================================