Rabu, 05 November 2014

BERAWAL DARI OSPEK MENJADI TEMAN BAIK

User Waktu Tag
Tidak ada komentar

Berawal Dari Ospek, Menjadi Teman Baik




PADA tahun 2012, Awalnya, saya bermaksud untuk masuk kuliah di sebuah kampus di jatung kota Bandung. Nama kampus itu adalah Universitas Pasundan atau yang singkat UNPAS. Saya tertarik memilih kuliah di Fakultas Hukum Jurusan Perdata. disana saya diminta tes tertulis dan wawancara. Hasil tes dinyatakan lulus. Usai tes, saya di nyuruh mengikuti ospek Pada hari ke-dua.

Kemudian, pada pukul 16.00 Wib sore, saya ke pasar untuk belanja atribut persiapan ospek. Lalu, pada malam hari, mulai mempersiapkan. Namun, ke-esokan harinya, pada  pagi subuh pukul 6.00 Wib. saya keluar dari kost menuju ke tempat ospek di lapangan Sabuga dekat kampus Institut Teknologi Bandung atau siangkat ITB. Dari sekian ribu calon mahasiswa baru, ku tak menjumpai mahasiswa asal Papua. Cuma saya  dengan Fredi Tebai, Ia asal Papua, juga Sdr sepupuh-Ku. Kaiyanya kami dua sendiri calon mahasiswa asal dari Papua.
Dibenakku, ingin sekali menjumpai calon mahasiswa baru, yang berasal dari wilayah tanah Papua.

Seusai ospek. Ku sendirian ketika keluar dari tempat ospek, saya  menjumpai tiga orang calon mahasiswa dekat pintu keluar. Mereka rambut kriting, kulit hitam, rupanya mereka  asal dari papua.

Diriku, sangat senang skali. Saya mulai berkenalan dengan mereka. Lalu saya mulai sapa, “kamu tiga salam kenal. Saya punya nama Jhoni Madai. Asal dari Nabire Papua ! Kemudian, salah satu dari mereka, mulai perkenalkan diri, “Za punya nama Maria, asal dari Kaimana. Kemudian, selanjutnya seorang gadis cantik, “Saya Putri Bonai asal dari Manokwari, giliran selanjutnya seorang cowo cakap, “Sa pu nama Moses krispul asal dari Fakfak.  “Saya sangat gembira melihat mereka, juga bisa saling kenal . Walaupun di Papua, berasal dari latar belakang Suku dan daerah yang berbeda-beda.  

Maria angkat bicara, “Kawan-kawan kami cari makan kah ?
“Oke sip, Kita jalan sudah, “Jawab saya.
Kemudian kami bergandeng tangan sambil melangkah, Kebentulan ketemu seorang gadis asal Papua. Ia cantik, manis, mimic mukanya kreng skali. Kami bersama menyapa dirinya, dan menegornya, “haii !! Ia menjawab.  “haii juga”
Gadis itu, mulai perkenalkan dirinya, “Nama saya Evi Hisage dari Papua. Asal  Yalimo..

Kemudian, Satu persatu kami mulai memperkenalkan diri kami kepada gadis Wamena itu. Kami mengajak dirinya untuk makan bareng, akan tetapi Ia menolaknya, dengan alasan bahwa ada kesibukan.

Saya, Maria, Bonai, dan  Moses, pergi makan malam bersama-sama. Usai makan bareng, kami pulang ke kost masing-masing. Dalam kegiatan ospek tiga hari berturut-turut, tepat hari finishnya kegiatan, kami sepakat untuk saling memberi nomor kontak HP.

Kami pun akhirnya berpisah, saya, Moses dan Evi kami bertiga kuliah di kampus satu (1), Lengkong Besar, Putri dan Maria di kampus dua (2) di Taman Sari dan Fieri Tebai  di kampus tiga (3) jalan Setia Budi. Walaupun kami berpisah, kami selalu saling telfonan dan sms-an makan bareng bersama.

Saya pun tidak sangka, saya sudah memasuki semester lima menjalang semester enam. Akhir-akhir 2013-2014 tadinya kami akrab pertemananya, sekarang yang saling canda, tawa, makan bareng, dan masih berteman dengan saya, cuma Moses Krispul, Fieri Tebai dan Evi Hisage. Sayang-nya dua putri cantik ini sudah tidak ada kabar sama sekali, entah mereka tidak punya Hp atau juga mereka sudah lupah dengan kita?, “ hehehe…. Entalah !!, suatu saat kita akan ketemu kembali.

Ingin saya berjumpa kembali semua teman-teman yang saya sebutkan dalam sepotong tulisan ini, agar kita saling menyapa seperti waktu mengikuti Orentasi Pengenalan Kampus (Ospek).

Akhir kata dari saya, “BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTU”.
Kangen Kalian smua. Tuhan akan menyertai kita sekalian hingga akhir zaman.


                       ==========================================